Indonesia Paradise (INPP) Incar Pertumbuhan Kinerja 5%-10% di Tahun 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang 2025, PT Indonesia Paradise Property Tbk (INPP) menuntaskan tiga proyek utama yang menjadi penopang kinerja, yakni 23 Paskal Extension Bandung, Citadines Antasari Jakarta, serta penyelesaian Antasari Place. 

Khusus Antasari Place, proyek apartemen di Jakarta Selatan tersebut mencatat penjualan signifikan. Dari total 980 unit yang dipasarkan, lebih dari 93% telah terjual dan menyisakan kurang dari 10% unit.

Direktur Keuangan INPP Surina mengatakan capaian ini menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan perusahaan. Hingga September 2025, pendapatan INPP telah mencapai Rp 1,3 triliun atau setara dengan realisasi pendapatan satu tahun penuh pada periode sebelumnya. 


Baca Juga: HPE Emas dan Tembaga Naik, Jadi Angin Segar Kinerja MDKA Awal 2026

"Nah kalau di September 2025 kemarin, kami mencatat revenue Rp 1,3 triliun. Tentunya closing tahun ini angkanya akan jauh lebih dari itu,” ujarnya dalam acara media gathering di Jakarta, Jumat (30/1).

Lonjakan penjualan residensial tersebut turut mengubah komposisi pendapatan perusahaan. Jika pada tahun-tahun sebelumnya kontribusi penjualan properti berkisar 20%–25%, pada 2025 porsinya naik menjadi sekitar 31%. 

Sementara itu, segmen perhotelan berkontribusi 36% dan komersial 33%. Menurut Surina, kenaikan ini mencerminkan keberhasilan strategi diversifikasi yang dijalankan manajemen tanpa mengorbankan fondasi pendapatan jangka panjang.

“Biasanya penjualan properti porsinya hanya 20%–25%. Tahun 2025 ini boleh dibilang paling tinggi pencatatannya,” kata Surina. Ia menambahkan, meski secara persentase porsi recurring income sempat turun, secara nilai absolut tetap meningkat seiring bertambahnya aset operasional yang telah rampung.

Dalam jangka panjang, INPP tetap menargetkan struktur pendapatan yang lebih tangguh dengan porsi recurring income di kisaran 70%–75% dari total pendapatan konsolidasi. Pendekatan ini dijalankan melalui penguatan aset perhotelan dan komersial yang dinilai memiliki visibilitas arus kas lebih stabil, sekaligus menjaga keseimbangan dengan monetisasi proyek residensial.

Presiden Direktur & CEO INPP Anthony P. Susilo mengatakan arah transformasi ini menjadi fondasi pertumbuhan berkelanjutan. Menurutnya, Paradise Indonesia tidak hanya berperan sebagai pemilik properti, tetapi juga pengembang yang berfokus menciptakan nilai pengalaman dari setiap aset. 

Baca Juga: Diskon Mobil Listrik Februari 2026, Ioniq 5 hingga Wuling Beri Potongan Rp 60 Juta

"Kami memiliki pendekatan yang tidak hanya sebagai pemilik properti, tetapi juga aktif sebagai pengembang yang menciptakan experience value dari properti ikonik milik kami,” ujarnya.

Memasuki 2026, strategi perusahaan bergeser dari ekspansi agresif menuju intensifikasi dan optimalisasi aset. Salah satu agenda utama adalah penyelesaian pembangunan 23 Semarang Mall yang ditargetkan rampung pada kuartal II 2026 dan mulai beroperasi pada semester pertama. Proyek ini diharapkan menjadi sumber tambahan arus kas berulang.

Di saat yang sama, INPP juga memulai pengembangan proyek 88 Plaza Balikpapan yang dijadwalkan meluncur pada April 2026. Pembangunan tahap awal berupa infrastruktur direncanakan berlangsung pada akhir kuartal I 2026, dilanjutkan pembangunan struktur utama pada kuartal III 2026. 

Proyek seluas sekitar 8 hektare tersebut akan dikembangkan bertahap dengan fase pertama seluas 3 hektare difokuskan pada area komersial, sementara fase berikutnya mencakup hotel dan residensial.

Anthony mengakui proyek Balikpapan menjadi langkah baru bagi INPP karena mengusung konsep mid-to-low density mixed use, berbeda dengan karakter proyek Paradise sebelumnya yang identik dengan pengembangan berintensitas tinggi. 

"Selama ini Paradise identik dengan high density development. Di Balikpapan, 88 Plaza kami kembangkan sebagai mid to low density mixed use, dengan komponen hotel, komersial, dan residensial,” tuturnya.

Dari sisi belanja modal, INPP menyiapkan capex 2026 di kisaran Rp 500 miliar–Rp 600 miliar, lebih rendah dibanding tahun sebelumnya seiring rampungnya sejumlah proyek besar. Surina menjelaskan, alokasi belanja modal tahun ini lebih difokuskan pada penyelesaian proyek berjalan dan tahap awal pengembangan Balikpapan. 

Baca Juga: Diskon Mobil Listrik Februari 2026, Ioniq 5 hingga Wuling Beri Potongan Rp 60 Juta

"Tahun lalu capex cukup besar karena masih ada pembangunan Antasari dan Semarang. Tahun ini ditargetkan sekitar Rp 500 miliar– Rp 600 miliar saja karena fokusnya penyelesaian Semarang Mall dan mulai proyek Balikpapan,” ujarnya.

Ia menambahkan, secara proporsi sekitar 78% capex dialokasikan untuk ekspansi dan 22% untuk kebutuhan operasional. Selain proyek baru, perusahaan juga menjalankan program renovasi dan peningkatan fasilitas di sejumlah hotel, termasuk penambahan fasilitas spa dan MICE yang ditargetkan dapat mendongkrak pendapatan 5%–10% pada tahun-tahun berikutnya.

Ke depan, INPP juga menyiapkan pengembangan Tower 2 Antasari Place dengan detail rencana yang akan diumumkan pada semester II 2026. Anthony menegaskan perusahaan tetap konsisten dengan strategi 4M Middle Up, Mid Size, Mixed Use, di Major Cities sebagai kerangka utama ekspansi. 

Namun, menurutnya, 2026 menjadi tahun intensifikasi, bukan sekadar penambahan proyek baru.  "Perusahaan berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan double digit, baik dari sisi pendapatan maupun profitabilitas,” kata Anthony.

Dengan kombinasi monetisasi proyek residensial, penguatan aset penghasil pendapatan berulang, serta ekspansi selektif di kota besar, INPP menargetkan pertumbuhan pendapatan konsolidasi sekitar 5%–10% pada 2026. 

Transformasi struktur pendapatan yang lebih resilien, diversifikasi segmen proyek, serta pendekatan berbasis pengalaman menjadi landasan perusahaan dalam membangun pertumbuhan jangka panjang dan menciptakan dampak berkelanjutan dari setiap pengembangan properti yang dijalankan.

Baca Juga: HPE Emas dan Tembaga Naik, Jadi Angin Segar Kinerja MDKA Awal 2026

Selanjutnya: Wakil Presiden Filipina Sara Duterte Kembali Hadapi Gugatan Pemakzulan

Menarik Dibaca: Ini 5 Aset Kripto Top Gainers saat Pelemahan Pasar Tak Terbendung

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News