KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indonesia Paradise Property Tbk (
INPP) menargetkan penyelesaian pembangunan 23 Semarang Mall pada kuartal II-2026. Perusahaan ini juga akan memulai pembangunan proyek 88 Plaza Balikpapan, yang menjadi salah satu penggerak pertumbuhan baru INPP tahun ini. Presiden Direktur & CEO Paradise Indonesia Anthony P. Susilo mengatakan, pembangunan 88 Plaza Balikpapan akan dimulai secara bertahap. Fase awal berupa pekerjaan infrastruktur dijadwalkan berlangsung pada akhir kuartal I-2026, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan struktur utama pada kuartal III-2026.
Baca Juga: Gaikindo Targetkan Penjualan Mobil 850.000 Unit pada 2026, Optimistis Tumbuh “Di kuartal II kami mulai
development 88 Plaza Balikpapan. Ini proyek
mixed use yang berbeda dari portofolio Paradise sebelumnya,” ujar Anthony saat media gathering di Jakarta, Jumat (30/1/2026). Anthony menegaskan, sepanjang 2026 INPP tetap menjaga momentum pertumbuhan
double digit, baik dari sisi pendapatan maupun profitabilitas. Namun, strategi pertumbuhan tahun ini tidak hanya bertumpu pada ekspansi, melainkan juga intensifikasi aset untuk meningkatkan margin dan kualitas laba. “Di 2026 kami tetap menjaga
double digit growth secara
top line, tapi fokus kami juga ke
improvement profitability dan margin. Ini menjadi salah satu prioritas utama Paradise,” kata Anthony. Fokus intensifikasi dilakukan melalui
asset enhancement pada hotel dan pusat perbelanjaan yang sudah beroperasi, khususnya aset yang mulai memasuki fase
aging. Salah satu contoh adalah pengembangan fasilitas tambahan di Hotel Sheraton, termasuk pembangunan satu wing khusus spa, yang diyakini mampu meningkatkan kinerja profitabilitas. “
Improvement aset seperti ini dampaknya bisa 5%-10% terhadap
profit offset. Jadi bukan hanya
extensification, tapi juga
intensification,” jelasnya. Dari sisi strategi jangka menengah, Anthony menegaskan INPP tetap konsisten pada konsep 4M: Middle Up, Mid Size, Mixed Use, di Major Cities. Namun, 2026 menjadi tahun yang unik karena perseroan mulai meluncurkan pengembangan mid to low density mixed use di Balikpapan melalui 88 Plaza.
Baca Juga: PIS Andalkan Efisiensi Energi untuk Perkuat Bisnis Pelayaran Nasional “Selama ini Paradise identik dengan
high density development. Di Balikpapan, 88 Plaza kami kembangkan sebagai
mid to low density mixed use, dengan komponen hotel, komersial, dan residensial,” ujarnya. Anthony menambahkan, lahan proyek tersebut sebenarnya telah dimiliki INPP sejak 8–10 tahun lalu, dan kini mulai dikembangkan seiring membaiknya momentum pasar. Public launch 88 Plaza Balikpapan dijadwalkan pada April 2026, dengan respons awal pasar yang dinilai positif. “Ini
skill set baru yang ingin kami buktikan ke market. Bukan hanya bangun hotel, mal, dan apartemen, tapi juga kompleks komersial terpadu,” tambahnya. Mengulas kinerja sebelumnya, Anthony menyampaikan bahwa pada 2025 INPP berhasil menyelesaikan tiga proyek utama, yakni 23 Paskal Extension, Citadines Antasari, dan penyelesaian Antasari Place. Dari total 980 unit Antasari Place, kini hanya tersisa sekitar 70 unit, atau lebih dari 93% telah terjual. Ke depan, perusahaan ini juga mulai menyiapkan rencana pengembangan Tower 2 Antasari Place, yang detailnya akan disampaikan pada semester II-2026. “Fokus kami sebagai
developer bukan hanya apa yang
possible, tapi apa yang
executable dan akhirnya
profitable. Itu yang terus kami jaga,” tutup Anthony.
Baca Juga: Linktown Berhasil Jual 1.800 Unit Properti Sepanjang 2025 Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News