KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri UMKM Republik Indonesia Maman Abdurrahman mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia untuk memperkuat kualitas dan daya saing produk agar mampu menembus pasar internasional. Maman menilai pasar Tiongkok menjadi salah satu peluang yang perlu dimanfaatkan UMKM Indonesia untuk memperluas jangkauan ekspor. Dengan jumlah penduduk sekitar 1,2 miliar jiwa, pasar Tiongkok dinilai memiliki potensi permintaan yang besar bagi produk UMKM nasional. Hal tersebut disampaikan Maman dalam gelaran China International Small and Medium Enterprises Fair (CISMEF) 2026 di Guangzhou, China, Kamis (3/9/2026). Dalam ajang tersebut, Indonesia berpartisipasi sebagai Co-host Country dan menghadirkan Paviliun Indonesia untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan kepada pasar internasional.
"Kementerian UMKM bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu memastikan produk yang direpresentasikan sebagai produk unggulan Indonesia memiliki kualitas yang baik dan mampu bersaing di pasar internasional," ujar Maman dikutip Jumat (4/9/2026). Ia menjelaskan bahwa Tiongkok merupakan salah satu pasar yang memiliki potensi besar, dengan jumlah penduduk sekitar 1,2 miliar jiwa. Ini merupakan peluang yang perlu kita manfaatkan bersama.Â
Baca Juga: Transaksi Digital Tumbuh 28,69%, Peluang UMKM Genjot Penjualan Makin Besar Menurut dia, keikutsertaan Indonesia dalam CISMEF dapat menjadi salah satu pintu bagi UMKM untuk memperluas akses pasar, khususnya ke Tiongkok dan kawasan Asia Pasifik. "Momen CISMEF menjadi salah satu ruang strategis untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk UMKM Indonesia, tidak hanya di Tiongkok, tetapi juga di kawasan Asia Pasifik," lanjutnya. Maman menekankan, peluang masuk ke pasar internasional perlu diikuti dengan kesiapan produk. Kualitas produk yang dibawa ke pasar global menjadi salah satu faktor penting agar produk UMKM Indonesia dapat bersaing dan memiliki peluang untuk berkembang secara berkelanjutan. Dalam CISMEF 2026, Kementerian UMKM bersama Asian Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC) menghadirkan Paviliun Indonesia sebagai sarana untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan buyer, investor, dan mitra usaha internasional. Selain memamerkan produk unggulan UMKM, Paviliun Indonesia juga menyediakan agenda business matching, forum bisnis, networking, presentasi bisnis dan produk, hingga fasilitasi penandatanganan kerja sama dan Memorandum of Understanding (MoU).
Baca Juga: UMKM Mamin Wajib Kantongi Sertifikat Halal Oktober 2026, GAPMMI Soroti Tantangan Ini Ketua Umum ATTEC Budihardjo Iduansjah mengatakan, pihaknya berupaya mempertemukan pelaku UMKM Indonesia dengan buyer dan mitra usaha internasional secara langsung. Dengan demikian, partisipasi UMKM dalam pameran internasional diharapkan tidak berhenti pada promosi produk. "ATTEC berkomitmen untuk terus menjadi jembatan bagi UMKM Indonesia dalam membuka akses ke pasar global. Melalui CISMEF dan Paviliun Indonesia, kami mempertemukan pelaku UMKM dengan buyer serta mitra usaha dari berbagai negara, sehingga peluang yang tercipta tidak berhenti pada promosi produk, tetapi dapat berkembang menjadi transaksi dan kerja sama bisnis yang nyata," kata Budihardjo. Sementara itu, Kepala Dinas PPKUKM Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Elizabeth Ratu Rante Allo mengatakan, keikutsertaan Jakarta melalui Choose Jakarta menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk unggulan daerah ke pasar internasional.
Baca Juga: Kemendag Dorong Percepatan UMKM Masuk Ritel Modern, Begini Strateginya "Melalui Choose Jakarta yang turut hadir di Paviliun Indonesia, kami ingin memperkenalkan produk-produk unggulan Jakarta di panggung internasional, khususnya kepada pasar Tiongkok," ungkap Elizabeth.
Sebagai informasi, CISMEF 2026 berlangsung pada 3-6 September 2026 di China Import and Export Fair Complex, Guangzhou, China. Pameran yang diselenggarakan Ministry of Industry and Information Technology (MIIT) China tersebut menjadi salah satu platform bagi pelaku UMKM untuk memperluas jejaring bisnis, akses pasar, serta membangun kemitraan dengan buyer dan investor internasional. Partisipasi Indonesia sebagai Co-host Country dalam CISMEF 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian agenda Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) menuju APEC Economic Leaders’ Meeting yang akan berlangsung di Shenzhen pada November 2026.
Baca Juga: BI: Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 Catat Penjualan UMKM Rp144,2 Miliar, Naik 46% Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News