KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Upaya sejumlah negara dalam memperbaiki investasi hulu minyak dan gas bumi (migas) dinilai patut jadi cerminan bagi Indonesia yang kini tengah berupaya melakukan transformasi guna menarik investor. Tenaga Ahli Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Nanang Abdul Manaf mengungkapkan Mesir sejak 2015 hingga 2017 melakukan eksplorasii secara masif guna menyediakan data 3D dengan menggandeng lembaga geosains dunia. Alhasil, data yang ditawarkan Mesir laku dan banyak calon investor tertarik. "Kemudian dari proses ini kita tahu ada penemuan giant field, sekitar 40 triliun cubic feet (tcf) gas dan sekarang mulai produksi. Betapa cepat mereka lakukan reformasi dan survei 3D masif hingga penemuan dan produksi," ujar Nanang dalam diskusi virtual, Selasa (24/11).
Indonesia perlu bercermin dalam transformasi hulu migas dari negara-negara ini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Upaya sejumlah negara dalam memperbaiki investasi hulu minyak dan gas bumi (migas) dinilai patut jadi cerminan bagi Indonesia yang kini tengah berupaya melakukan transformasi guna menarik investor. Tenaga Ahli Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Nanang Abdul Manaf mengungkapkan Mesir sejak 2015 hingga 2017 melakukan eksplorasii secara masif guna menyediakan data 3D dengan menggandeng lembaga geosains dunia. Alhasil, data yang ditawarkan Mesir laku dan banyak calon investor tertarik. "Kemudian dari proses ini kita tahu ada penemuan giant field, sekitar 40 triliun cubic feet (tcf) gas dan sekarang mulai produksi. Betapa cepat mereka lakukan reformasi dan survei 3D masif hingga penemuan dan produksi," ujar Nanang dalam diskusi virtual, Selasa (24/11).