Indonesia Punya Modal Kuat Jadi Acuan Baru Ekonomi Berbasis Kesejahteraan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Capaian Indonesia yang menempati posisi teratas dalam Global Flourishing Study menunjukkan peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi rujukan baru dalam paradigma pembangunan ekonomi global.

Menurut Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Hubungan Luar Negeri, Bernardino Moningka Vega, hasil studi internasional yang melibatkan akademisi dari berbagai universitas, termasuk Harvard University dan University of Navarra, itu menandai pergeseran cara dunia mengukur kemajuan sebuah negara, tidak hanya dari indikator ekonomi seperti Produk Domestik Bruto (PDB), tetapi juga dari kualitas kesejahteraan manusia atau human flourishing.

"Temuan ini menunjukkan potensi Indonesia dalam mengembangkan paradigma pembangunan ekonomi global yang berpusat pada manusia, di mana pertumbuhan ekonomi dilengkapi dengan makna budaya dan kesejahteraan sosial," ujar Bernardino  dalam keterangannya seperti dikutip, Selasa (19/5/2026).


Baca Juga: Modal Ventura 2026 Terkontraksi 0,95%, Ini Penyebabnya

Human flourishing sendiri merupakan pendekatan pengukuran kesejahteraan yang mencakup kebahagiaan dan kepuasan hidup, makna dan tujuan hidup, rasa syukur, harapan, dan kedermawanan, kualitas hubungan sosial, serta aspek kesehatan, kepercayaan, dan partisipasi masyarakat.

Bernardino, yang juga CEO PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) mengatakan, capaian Indonesia tidak terlepas dari kekuatan modal sosial yang hidup di masyarakat, seperti nilai Bhinneka Tunggal Ika dan semangat gotong royong yang masih kuat dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menambahkan, peluncuran Indonesia, Australia Human Flourishing Center oleh Universitas Gadjah Mada dan Australian Catholic University menjadi langkah strategis yang memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat kajian kesejahteraan manusia di tingkat global, sekaligus membuka ruang kontribusi lebih besar bagi dunia akademik dan industri.

Dari sisi dunia usaha, ia menekankan bahwa perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan ekonomi digital, harus tetap diarahkan untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat secara inklusif.

Baca Juga: Ini Beberapa Faktor yang Pengaruhi Minat Modal Ventura Mendanai Fintech

"Pertanyaannya adalah bagaimana nilai seperti gotong royong bisa ditanamkan dalam ekonomi digital, sehingga teknologi seperti AI benar-benar mendorong pertumbuhan yang inklusif, terpercaya, dan merata," kata dia.

Menurutnya, di tengah ketidakpastian global, Indonesia memiliki peluang untuk menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi, kemajuan teknologi, dan kesejahteraan sosial dapat berjalan beriringan jika dibangun di atas fondasi kepercayaan, inklusi, dan nilai kebersamaan.

“Indonesia memiliki peluang untuk menjadi pemimpin yang berkelanjutan dalam human flourishing; menunjukkan bahwa pertumbuhan, teknologi, dan kesejahteraan dapat berjalan beriringan,” tutup Bernardino.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News