JAKARTA. Marger perusahaan reasuransi plat merah dipastikan tuntas tahun ini. Operasionalnya jika tidak ada aral melintang, Oktober mendatang. Sambil menunggu penandatangan akta merger, BUMN reasuransi mengajukan penambahan modal agar bisa tercapai Rp 5 triliun dalam dua sampai tiga tahun mendatang. Ali Syukur Musa, Komisaris Utama PT Reasuransi Indonesia Utama (Indonesia Re) memastikan penandatangan akta marger perusahaan reasuransi pada tanggal 1 Oktober 2015 mendatang. Baru operasionalnya diperkirakan dua atau tiga hari setelahnya. "Sejalan dengan izin operasional dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga turun," tandas Ali pada pekan ini. Ada dua perusahaan yang terlibat dalam merger reasuransi ini. Yakni, PT Reasuransi Umum Indonesia dan PT Reasuransi Indonesia Utama. Sambil menunggu proses administrasi dan legalitas merger, kedua BUMN ini mengajukan rencana penambahan modal negara atau PMN senilai Rp 1 triliun.
Indonesia Reinsurance mulai beroperasi Oktober
JAKARTA. Marger perusahaan reasuransi plat merah dipastikan tuntas tahun ini. Operasionalnya jika tidak ada aral melintang, Oktober mendatang. Sambil menunggu penandatangan akta merger, BUMN reasuransi mengajukan penambahan modal agar bisa tercapai Rp 5 triliun dalam dua sampai tiga tahun mendatang. Ali Syukur Musa, Komisaris Utama PT Reasuransi Indonesia Utama (Indonesia Re) memastikan penandatangan akta marger perusahaan reasuransi pada tanggal 1 Oktober 2015 mendatang. Baru operasionalnya diperkirakan dua atau tiga hari setelahnya. "Sejalan dengan izin operasional dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga turun," tandas Ali pada pekan ini. Ada dua perusahaan yang terlibat dalam merger reasuransi ini. Yakni, PT Reasuransi Umum Indonesia dan PT Reasuransi Indonesia Utama. Sambil menunggu proses administrasi dan legalitas merger, kedua BUMN ini mengajukan rencana penambahan modal negara atau PMN senilai Rp 1 triliun.