Indonesia Selamat dari Downgrade MSCI, Berikut Kata Pelaku Pasar dan Analis



KONTAN.CO.ID - MSCI memperpanjang peninjauan terhadap transparansi pasar saham Indonesia, sehingga untuk sementara menahan potensi penurunan status Indonesia dari emerging market menjadi frontier market.

Namun keputusan ini belum memberikan kepastian jangka panjang bagi pasar saham yang menjadi salah satu yang berkinerja terburuk tahun ini.

Baca Juga: OJK Respons Review MSCI yang Pertahankan Indonesia di Emerging Market


Melansir Reuters Rabu (24/6/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat bergerak datar pada awal perdagangan setelah sebelumnya mengalami tekanan dengan penurunan sekitar 30% sepanjang tahun berjalan.

Tekanan tersebut dipicu kekhawatiran MSCI sejak Januari terkait transparansi kepemilikan saham, aliran perdagangan, serta rendahnya free float di sejumlah emiten berkapitalisasi besar.

Status Indonesia dalam indeks MSCI sangat penting karena menjadi acuan alokasi dana dari investor pasif global yang mengelola triliunan dolar aset.

Berikut sejumlah pandangan pelaku pasar dan analis terkait keputusan MSCI tersebut:

Menurut Nirgunan Tiruchelvam, Head of Consumer and Internet Aletheia Capital Singapura, peluang penurunan status Indonesia masih cukup tinggi.

“Nada pernyataan MSCI menunjukkan bahwa kemungkinan downgrade ke status frontier masih relatif besar,” ujarnya.

Baca Juga: Rupiah Spot Turun 0,58% ke Rp 17.965 per Dolar AS Rabu (24/6) Pagi, Terlemah di Asia

Sementara itu, Gary Tan, Portfolio Manager Allspring Global Investments menilai, keputusan MSCI masih sesuai ekspektasi pasar, meski bernada hati-hati.

“Yang menonjol adalah pergeseran jelas menuju implementasi dan hasil yang terukur. Hanya pengumuman reformasi tidak lagi cukup,” katanya.

Ia menambahkan bahwa perpanjangan review hingga November membuat tekanan terhadap regulator tetap tinggi.

Dari perspektif lain, Tan Altundag, Investment Manager Emerging Market Equities Pictet Asset Management menilai, keputusan MSCI ini setidaknya menghindarkan Indonesia dari risiko arus keluar dana besar dalam jangka pendek.

“Mempertahankan status emerging market menjaga akses Indonesia ke basis investor institusi yang luas,” ujarnya.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 18.000 Jadi Rp 2.655.000 Per Gram, Rabu (24/6)

Namun ia menegaskan bahwa hal ini belum otomatis memulihkan kepercayaan investor.

Ia menambahkan bahwa investor kini akan lebih fokus pada stabilitas mata uang, kredibilitas kebijakan, serta arah reformasi regulasi sebagai indikator utama perbaikan tata kelola pasar Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News