KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kemtan) membahas peluang ekspor unggas Indonesia dan produknya ke Timor Leste. Hal ini dibahas dalam pertemuan bilateral antara Dirjen PKH I Ketut Diarmita dengan Direktur Jenderal Peternakan Republic Demokrate of Timor Leste (RDTL), Joanita Dakosta Jong pad. Pada pertemuan itu, I Ketut Diarmita menyampaikan, Indonesia saat ini sudah swasembada daging ayam, telur dan day old chicken (DOC), bahkan produksinya surplus, sehingga Indonesia siap untuk memenuhi kebutuhan pasar di negara tetangga, seperti Timor Leste. "Dalam memenuhi kebutuhan Timor Leste, Indonesia mampu bersaing dengan negara lainnya," kata Ketut dalam keterangan tertulis, Rabu (20/12). Kata Ketut, ayam hidup yang akan diekspor dari Indonesia adalah ayam yang berasal dari peternakan yang telah menerapkan prinsip-prinsip kesejahteraan hewan dan telah mendapatkan sertifikat kompartemen bebas penyakit AI (Avian Influenza) dari Ditjen PKH. Demikian halnya dengan produk unggas yang akan diekspor. Produk unggas ini pun telah mendapatkan dukungan jaminan kemanan pangan berupa Sertifikat Veteriner yang diterbitkan oleh Ditjen PKH.
Indonesia siap ekspor unggas ke Timor Leste
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kemtan) membahas peluang ekspor unggas Indonesia dan produknya ke Timor Leste. Hal ini dibahas dalam pertemuan bilateral antara Dirjen PKH I Ketut Diarmita dengan Direktur Jenderal Peternakan Republic Demokrate of Timor Leste (RDTL), Joanita Dakosta Jong pad. Pada pertemuan itu, I Ketut Diarmita menyampaikan, Indonesia saat ini sudah swasembada daging ayam, telur dan day old chicken (DOC), bahkan produksinya surplus, sehingga Indonesia siap untuk memenuhi kebutuhan pasar di negara tetangga, seperti Timor Leste. "Dalam memenuhi kebutuhan Timor Leste, Indonesia mampu bersaing dengan negara lainnya," kata Ketut dalam keterangan tertulis, Rabu (20/12). Kata Ketut, ayam hidup yang akan diekspor dari Indonesia adalah ayam yang berasal dari peternakan yang telah menerapkan prinsip-prinsip kesejahteraan hewan dan telah mendapatkan sertifikat kompartemen bebas penyakit AI (Avian Influenza) dari Ditjen PKH. Demikian halnya dengan produk unggas yang akan diekspor. Produk unggas ini pun telah mendapatkan dukungan jaminan kemanan pangan berupa Sertifikat Veteriner yang diterbitkan oleh Ditjen PKH.