JAKARTA. Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara bangga ada anak Indonesia yanng mampu meluncurkan teknologi yang bisa menjadi tandingan balon internet Google Project Loon untuk penyaluran akses internet di daerah-daerah terpencil. “Salah satu insinyur dari universitas terbesar Indonesia sudah saya dukung untuk mengembangkan teknologi yang mirip dengan balon Google,” kata Menteri Rudiantara saat membuka acara ZTE di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Kamis (19/11). Menurut Rudiantara, balon internet yang dikembangkan Indonesia berbeda dengan balon Google meski manfaatnya sama. “Perbedaannya, Loon itu base transceiver station (BTS) yang mengudara. Sementara yang dikembangkan di Indonesiai adalah balon router yang bisa digunakan untuk WiFi,” jelas pria yang disapa Chief RA itu.
Indonesia siap tandingi balon internet Google
JAKARTA. Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara bangga ada anak Indonesia yanng mampu meluncurkan teknologi yang bisa menjadi tandingan balon internet Google Project Loon untuk penyaluran akses internet di daerah-daerah terpencil. “Salah satu insinyur dari universitas terbesar Indonesia sudah saya dukung untuk mengembangkan teknologi yang mirip dengan balon Google,” kata Menteri Rudiantara saat membuka acara ZTE di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Kamis (19/11). Menurut Rudiantara, balon internet yang dikembangkan Indonesia berbeda dengan balon Google meski manfaatnya sama. “Perbedaannya, Loon itu base transceiver station (BTS) yang mengudara. Sementara yang dikembangkan di Indonesiai adalah balon router yang bisa digunakan untuk WiFi,” jelas pria yang disapa Chief RA itu.