Indonesia tak akan putuskan hubungan dengan Qatar



JAKARTA. Indonesia akan mendorong negara-negara Arab yang berselisih dengan Qatar untuk mengedepankan langkah dialog. Sejauh ini, Indonesia tidak menyatakan akan ikut memutus hubungan dengan Qatar. 

Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, Indonesia memiliki hubungan yang baik dengan negara-negara teluk. Sehingga, Indonesia mendorong dialog konstruktif di antara mereka. 

Perhatian Indonesia mungkin lebih berat pada nasib harga minyak mentah dunia. "Lantaran Indonesia sudah tidak lagi menjadi negara eksportir minyak tapi importir, Indonesia harus menghitung ulang dampaknya harga minyak pada harga bahan bakar di dalam negeri," kata Bambang dalam wawancara dengan CNBC, Rabu (7/6). 


Dia mengatakan, harga minyak akan fluktuatif akibat ketegangan konflik ini. Jika negara-negara Arab yang merupakan produsen minyak terbesar dunia ini bisa menjaga hubungan, fluktuasi harga minyak diredam. 

Senin lalu, empat negara Arab Saudi, Mesir, Bahrain, dan Uni Emirat Arab memutuskan untuk memutus hubungan diplomatik dengan Qatar dengan alasan keamanan nasional karena Qatar mendukung terorisme. Jumlah negara yang memutus hubungan diplomatik dengan atau menghentikan sebagian bisnis dengan Qatar terus bertambah.

Tadi sore, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan, berkomunikasi dengan menteri luar negeri di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, Kuwait, Turki, dan Iran untuk menyatakan kesiapan berkontribusi dalam dialog di antara negara-negara Islam tersebut. 

Seperti dikutip dari Kompas.com, Retno menekankan pentingnya negara-negara Timur Tengah menahan diri dan mengambil langkah untuk mengurangi ketegangan.

(Baca berita lengkapnya, Indonesia Bantu Atasi Krisis Diplomatik di Qatar di sini)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia