JAKARTA. Selain dari penerbitan surat utang negara, pemerintah juga akan menambah utang dari dari lembaga keuangan internasional. Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia bersedia memberikan tambahan pinjaman untuk pembiayaan program. Robert Pakpahan, Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan (Kemkeu) bilang, pemerintah kini tengah bernegosiasi dengan Bank Dunia dan ADB. Pemerintah berharap, masing-masing lembaga memberikan tambahan pinjaman sebesar Rp 500 miliar. "Itu sedang dibicarakan, tapi lebih ke program loan yang tunai," ujar Robert, akhir pekan lalu. Menurut Robert, dengan alokasi pembiayaan program, pemerintah bisa mengelola lebih fleksibel tambahan utang tersebut. Artinya, bukan sesuatu yang harus dikerjakan secara cepat sebagaimana pembiayaan proyek yang sudah ada selama ini.
Indonesia tambah utang dari Bank Dunia dan ADB
JAKARTA. Selain dari penerbitan surat utang negara, pemerintah juga akan menambah utang dari dari lembaga keuangan internasional. Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia bersedia memberikan tambahan pinjaman untuk pembiayaan program. Robert Pakpahan, Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan (Kemkeu) bilang, pemerintah kini tengah bernegosiasi dengan Bank Dunia dan ADB. Pemerintah berharap, masing-masing lembaga memberikan tambahan pinjaman sebesar Rp 500 miliar. "Itu sedang dibicarakan, tapi lebih ke program loan yang tunai," ujar Robert, akhir pekan lalu. Menurut Robert, dengan alokasi pembiayaan program, pemerintah bisa mengelola lebih fleksibel tambahan utang tersebut. Artinya, bukan sesuatu yang harus dikerjakan secara cepat sebagaimana pembiayaan proyek yang sudah ada selama ini.