KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia terus membuka peluang kerja sama energi dengan Rusia dengan menawarkan 138 wilayah kerja minyak dan gas bumi (migas) kepada perusahaan asal Negeri Beruang Merah tersebut. Namun, minat investor Rusia untuk masuk ke sektor hulu migas Indonesia dinilai masih perlu dicermati di tengah besarnya potensi cadangan energi yang dimiliki Rusia. Anggota Komisi XII DPR RI Syarif Fasha mengatakan, penawaran wilayah kerja migas tersebut menjadi langkah positif untuk memperluas peluang investasi di sektor energi nasional.
Meski demikian, ia menilai keputusan investor Rusia untuk berinvestasi dalam kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas di Indonesia membutuhkan pertimbangan yang cukup matang. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah masih besarnya potensi sumber daya migas di Rusia yang belum tergarap secara maksimal.
Baca Juga: ASDP Siaga Dampak Erupsi Anak Krakatau,Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Beroperasi "Sepertinya para investor dari Rusia masih mempertimbangkan untuk eksplorasi dan eksploitasi Migas di Indonesia. Mengingat di wilayah mereka masih banyak sumber-sumber minyak yang belum tergarap maksimal. Secara politis mungkin China yang lebih tertarik," ujarnya kepada Kontan.co.id, Minggu (6/9/2026).
Kerja Sama Migas Indonesia-Rusia
Syarif melihat peluang kerja sama energi antara Indonesia dan Rusia dalam waktu dekat justru lebih berpotensi berkembang pada sektor hilir. Kerja sama perdagangan komoditas energi, khususnya minyak mentah atau crude oil, dinilai lebih memungkinkan dibandingkan keterlibatan Rusia dalam kegiatan eksplorasi migas di Indonesia. Menurutnya, Rusia dapat menjadi salah satu sumber pasokan minyak mentah bagi kebutuhan energi domestik Indonesia. "Kerjasama dengan indonesia mungkin lebih ditekankan kepada jual beli crude oil yang berasal dari Rusia. Kalau di Sektor Hulu, kami belum melihat ada ketertarikan Rusia di Indonesia," ungkapnya.
Pemerintah Tawarkan 138 Blok Migas
Sebelumnya, pemerintah Indonesia secara resmi menawarkan 138 blok eksplorasi minyak dan gas bumi kepada perusahaan-perusahaan asal Rusia. Penawaran tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam perhelatan Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).
Baca Juga: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Soetta Ditutup hingga 17.30 WIB Pemerintah membuka peluang tersebut sebagai bagian dari upaya menarik mitra strategis asing untuk mengembangkan sektor energi nasional. Investor yang memiliki kemampuan teknologi dan pengalaman di sektor hulu maupun hilir migas diharapkan dapat ikut mengoptimalkan potensi energi Indonesia.
Selain menawarkan kesempatan eksplorasi pada 138 blok migas, pemerintah juga membuka peluang kerja sama untuk pengembangan infrastruktur energi. Kerja sama tersebut mencakup pembangunan dan pengembangan kilang minyak hingga terminal penyimpanan energi secara terintegrasi. Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah telah memberikan informasi kepada Rusia terkait pembukaan wilayah kerja tersebut dan mengundang perusahaan-perusahaan Rusia untuk berpartisipasi dalam pengembangan sektor energi Indonesia. "Kami telah memberikan informasi kepada Rusia bahwa Indonesia telah membuka 138 blok eksplorasi untuk energi, dan kami mengungdang mitra Rusia, perusahaan-perusahaan Rusia dengan teknologi mereka dalam 138 blok eksplorasi," ujar Prabowo. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News