Indonesia tengah teliti vaksin, obat hingga suplemen penangkal corona



KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Selain negara lain, Indonesia juga tengah berjuang membuat vaksin corona atau Covid-19. Saat ini penelitian dan pengembangan vaksin corona atau SARS-CoV-2 tengah dikerjakan  Tim Konsorsium Covid-19 yang terdiri Kementerian Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Untuk meneliti dan mengembangkan vaksin tersebut, Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN memastikan butuh waktu minimal satu tahun. Selama pengembangan berlangsung ternyata sudah ada vaksin yang dikembangkan oleh negara lain, maka pemerintah Indonesia berupaya untuk bisa memproduksi vaksin tersebut di Indonesia.

Baca Juga: Ilmuwan Australia klaim obat anti parasit Ivermectin bisa bunuh corona dalam 48 jam


“Bagaimana dengan obat dann vaksin? Ini jangka menengah panjang. Untuk vaksin minimal butuh satu tahun,” kata  Menristek BRIN Bambang Brodjonegoro usai bertemu Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo di Kantor Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Senin (6/4).

Baca Juga: Kembangkan calon obat virus corona, GSK kucurkan US$ 250 juta

Rupanya, selain penelitian vaksin, Tim Konsorsium Covid-19 juga tengah mengembangkan suplemen untuk menjaga imunitas tubuh. Suplemen ini terbuat dari bahan baku yang ada di Indonesia. Belum jelas betul bahan baku suplemen tersebut, apakah jahe, temulawak dan bahan baku tradisional lainnya yang sempat booming di awal penyebaran corona di Indonesia.

Hal ketiga yang Tim Konsorsium Covid-19 kembangkan adalah pengkajian pembuatan obat Covid-19, Salah satunya pil kina yang memiliki kesamaan dengan chloroquine, obat malaria.

"Mudah-mudahan dengan pengujian ini ada sesuatu  kontribusi pada pengobatan Covid-19,” harapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Markus Sumartomjon