Indonesia, Turki, Qatar, dan Pakistan Sepakat Perkuat Industri Pertahanan



KONTAN.CO.ID - Turki, Qatar, Pakistan, dan Indonesia menandatangani kesepakatan kerja sama pertahanan untuk memperkuat kemampuan militer serta mendorong kolaborasi industri pertahanan.

Kesepakatan tersebut juga membuka peluang kerja sama dalam produksi militer, pengembangan teknologi, hingga riset dan pelatihan.

Mengutip Reuters, Rabu (21/10/2026), Kementerian Pertahanan Turki menyatakan keempat negara menandatangani Badr Memorandum of Understanding di Doha, Qatar.


Baca Juga: Philip Morris Pangkas Ekspektasi Laba 2026, Konflik Timur Tengah Jadi Beban

Kesepakatan ini mencerminkan komitmen negara-negara tersebut untuk memperdalam kerja sama dan mengembangkan kemitraan di bidang pertahanan.

Kementerian Pertahanan Turki menyebut perjanjian itu memiliki arti penting dari sisi ekonomi.

Kerja sama diarahkan untuk memanfaatkan kemampuan produksi militer masing-masing negara, meningkatkan kapasitas industri pertahanan, serta memenuhi kebutuhan negara-negara mitra.

Kesepakatan tersebut juga mencakup penguatan kolaborasi dalam pelatihan teknis militer, penelitian dan pengembangan, serta pengembangan produksi bersama.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat keterhubungan industri pertahanan keempat negara sekaligus mendukung pengembangan teknologi dan kapasitas produksi dalam negeri.

Baca Juga: Pesanan iPhone Duo Ludes dalam Menit, Apple Batasi Stok di Gerai

Ketua Presidensi Industri Pertahanan Turki Haluk Gorgun mengatakan, kesepakatan tersebut menjadi fondasi bagi kerja sama strategis, terutama dalam pengembangan produksi bersama dan teknologi.

Menurut Gorgun, berbagi teknologi, pengembangan bersama, dan penguatan kemampuan produksi domestik merupakan elemen penting bagi keberlanjutan industri pertahanan.

Ia menilai kemitraan perlu melampaui model pengadaan produk militer siap pakai dengan turut mengembangkan sumber daya manusia dan infrastruktur industri masing-masing negara.

Turki juga menilai kemampuan industri pertahanan yang saling melengkapi antara Turki, Qatar, Pakistan, dan Indonesia dapat diterjemahkan menjadi proyek konkret.

Bagi Turki, kerja sama ini melanjutkan upaya memperkuat hubungan pertahanan dengan negara-negara mitra.

Ankara memiliki industri pertahanan yang berkembang dan menjalin hubungan militer dengan Qatar, termasuk melalui keberadaan pangkalan militer Turki di negara Teluk tersebut.

Baca Juga: Rusia Kirim 40.000 Ton Solar ke AS, Pengiriman Perdana Dimulai Kamis (22/10)

Pada Agustus 2026, Turki juga menandatangani pakta pertahanan bersama dengan Pakistan dan Arab Saudi. Sementara dengan Indonesia, Turki memiliki hubungan erat, khususnya dalam industri pertahanan.

Melalui kesepakatan Badr, keempat negara berupaya memperluas kolaborasi industri pertahanan, mulai dari pengembangan teknologi hingga produksi bersama.

Namun, rincian proyek, nilai investasi, dan mekanisme pelaksanaan kerja sama tersebut belum diungkapkan dalam pernyataan Kementerian Pertahanan Turki.