KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia menegaskan strategi baru dalam diplomasi energi bersih, yang menitikberatkan pada penguasaan teknologi, hilirisasi, dan penguatan industri nasional, bukan hanya sekadar investasi dan perdagangan. Hal ini mengemuka melalui dialog media yang digelar Synergy Policies bersama BSKLN Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dengan dukungan ViriyaENB sebagai bagian dari model kemitraan transformatif energi bersih dengan China. Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kawasan Asia Pasifik dan Afrika BSKLN Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menuturkan bahwa diplomasi energi ke depannya menjadi salah satu pilar utama posisi Indonesia di tengah dinamika global sekarang.
Indonesia Ubah Strategi Diplomasi Energi, Tak Lagi Sekadar Kejar Investasi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia menegaskan strategi baru dalam diplomasi energi bersih, yang menitikberatkan pada penguasaan teknologi, hilirisasi, dan penguatan industri nasional, bukan hanya sekadar investasi dan perdagangan. Hal ini mengemuka melalui dialog media yang digelar Synergy Policies bersama BSKLN Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dengan dukungan ViriyaENB sebagai bagian dari model kemitraan transformatif energi bersih dengan China. Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kawasan Asia Pasifik dan Afrika BSKLN Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menuturkan bahwa diplomasi energi ke depannya menjadi salah satu pilar utama posisi Indonesia di tengah dinamika global sekarang.
TAG:
- kendaraan listrik
- net zero emissions
- Global South
- mineral kritis
- Hilirisasi Industri
- Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)
- Waste-to-Energy
- teknologi energi hijau
- industri nasional Indonesia
- kemitraan energi China Indonesia
- penguasaan teknologi
- strategi energi Indonesia
- BSKLN Kemlu RI
- Synergy Policies