Indonesian Paradise (INPP) Cetak Laba Rp 141,98 Miliar pada Semester I-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) membukukan laba bersih sebesar Rp 141,98 miliar pada semester I 2026, ditopang oleh pertumbuhan bisnis komersial, efisiensi operasional, serta kontribusi proyek baru yang mulai beroperasi.

Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, pendapatan perseroan mencapai Rp 858,14 miliar. Segmen komersial masih menjadi kontributor utama terhadap pendapatan perusahaan.

Manajemen menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 5% hingga 10% pada 2026, didukung beroperasinya 23 Semarang Shopping Center dan optimalisasi portofolio aset yang telah ada.


Baca Juga: Mengapa BYD Bisa Menguasai Pasar Mobil Listrik di Indonesia?

Wakil Presiden Direktur sekaligus Chief Financial Officer (CFO) Paradise Indonesia, Surina, mengatakan kinerja positif tersebut turut ditopang oleh kontribusi proyek baru yang memperkuat performa aset eksisting.

"Kami bersyukur pada periode ini INPP mencatatkan performa yang solid, yang tercermin dari perolehan laba yang positif. Kontribusi dari proyek baru yang mulai beroperasi turut memperkuat kinerja portofolio aset yang telah ada," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (31/7/2026).

INPP mencatat pertumbuhan pendapatan segmen komersial sebesar 23% secara tahunan (year on year/YoY). Kenaikan tersebut didorong oleh tambahan kontribusi dari perluasan 23 Paskal Shopping Center yang mulai beroperasi pada kuartal III 2025. Kontribusi pendapatan berulang (recurring income) pun mencapai 71% terhadap total pendapatan perseroan.

Menurut Surina, perseroan menargetkan porsi recurring income tetap berada di kisaran 70% sepanjang 2026 sebagai upaya menjaga kualitas pendapatan.

Di sisi operasional, EBITDA INPP tumbuh 11% secara tahunan menjadi Rp 265,12 miliar. Perseroan menilai peningkatan tersebut mencerminkan efektivitas strategi efisiensi operasional yang dijalankan perusahaan.

Manajemen juga menyebut strategi diversifikasi bisnis melalui portofolio properti mixed-use menjadi salah satu faktor yang menjaga ketahanan kinerja. Dengan sumber pendapatan yang berasal dari berbagai lini usaha, perseroan tidak bergantung pada satu segmen bisnis. Selain terus mengembangkan proyek strategis di sejumlah wilayah potensial, INPP juga melakukan revitalisasi aset guna meningkatkan produktivitas dan mempertahankan pertumbuhan kinerja di tengah dinamika industri properti.

Baca Juga: Paradise Indonesia (INPP) Andalkan Proyek Baru untuk Kejar Pertumbuhan 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News