KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk (IPOL), produsen film premium untuk industri kemasan fleksibel, mengalokasikan belanja modal atau capex sekitar US$ 100 juta tahun ini untuk menyelesaikan proyek ekspansi kapasitas. Produsen film premium Biaxially-Oriented Polypropylene (BOPP) dan Biaxially-Oriented Polyester (BOPET) ini mengembangkan kapasitas untuk memperkuat pertumbuhan usaha berkelanjutan. Film-film tersebut digunakan dalam pengemasan makanan, non-makanan, dan industri laminasi grafis. Wakil Presiden Direktur Indopoly Swakarsa Industry, Jeffrey Halim, menyatakan bahwa peningkatan kapasitas ini adalah proyek penting yang telah direncanakan sejak 2022.
Baca Juga: Penjualan Turun, Laba Indopoly Swakarsa (IPOL) Terjun 95,74% di Semester I-2023 "Kami percaya, serangkaian inovasi dan ekspansi strategis ini akan secara signifikan meningkatkan profitabilitas dan diversifikasi portofolio produk perusahaan," ujarnya dalam siaran pers, Rabu (12/6). Indopoly, yang memiliki tiga pabrik di Indonesia dan Tiongkok, menjalankan program ekspansi dan inovasi strategis untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Program strategis yang dijalankan termasuk: Pertama, menambah dua mesin BOPP terbaru di Purwakarta, Indonesia, dan Suzhou, China. Ekspansi ini akan meningkatkan kapasitas tahunan dari 100.000 ton menjadi 165.000 ton, atau sebesar 65%. Targetnya, mesin-mesin baru ini akan beroperasi penuh pada akhir 2024. Baca Juga: Laba Indopoly Swakarsa (IPOL) naik 110,05% di kuartal I tahun ini Kedua, menambah dua mesin metalizing dengan teknologi terbaru yang mampu memproduksi film dengan ketahanan tinggi seperti AlOx (Aluminium Oxide) dan SiOx (Silicon Oxide). Kedua mesin ini akan meningkatkan kapasitas produksi hingga sekitar 22.400 ton per tahun. Ketiga, investasi mesin offline coating baru. Untuk diversifikasi produk premium dan meningkatkan efisiensi produksi film ultra high barrier serta film high-end lainnya. Ini akan menjadi alternatif lebih ramah lingkungan dibandingkan kemasan PVDC yang semakin dibatasi penggunaannya. Bersama tim R&D, Indopoly mengembangkan film ultra high barrier dan mono-material yang ramah lingkungan dan lebih mudah didaur ulang.