Indosat dapat pinjaman US$ 450 juta dari 7 bank



JAKARTA. PT Indosat Tbk (ISAT) terus menambah utang untuk memgamankan bisnisnya. Pada kuartal keempat, emiten halo-halo ini akan memperoleh pinjaman senilai US$ 450 juta dengan skema fasilitas kredit revolving atau Revolving Credit Facility (RCF). Adapun, pinjamannya diperoleh secara bilateral dengan 7 bank.

"Sedang finalisasi perjanjian," ungkap Andromeda Tristanto, Investor Relation ISAT, Selasa, (7/10).

Nah, kredit revolving ini terdiri dari mata uang Rupiah dan Dollar. Andromeda menyebut bahwa ISAT tengah berusaha mengurangi porsi utang Dollar menjadi Rupiah. Adapun, pinjaman ini memiliki tenor maksimum 3 tahun.


Tadinya, ISAT menargetkan raihan utang US$ 450 juta ini bisa rampung di kuartal ketiga. Namun periode tersebut telah berlalu, ISAT belum juga memperoleh dana segar. Andromeda bilang, ini dikarenakan ISAT yang masih dalam tahap negosiasi.

Dari 7 bank yang akan mengucurkan pinjaman, baru satu yang telah mendekati tahap final. Pekan depan, ISAT akan menandatangani perjanjian dengan satu bank campuran. Pinjaman tersebut memiliki tenor 3 tahun.

Rencananya, ISAT akan menggunakan dana hasil pinjaman ini untuk modal kerja seperti belanja modal atau capital expenditure (capex) dan belanja operasional atau operational expenditure (opex).

Selain itu, ISAT juga akan melakukan pembiayaan kembali atau refinancing. Andromeda menyebut, pihaknya akan melunasi utang bank yang jatuh tempo di tahun depan. Kemudian di Juli 2015, ISAT juga akan melakukan refinancing US$ 650 juta yang akan jatuh tempo di Juli 2020.

Tak hanya mengandalkan kredit revolving ini, ISAT juga akan menerbitkan obligasi untuk mengamankan posisi utangnya. Pada kuartal keempat, ISAT akan mengeluarkan surat utang Rp 2,5 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto