Indosat (ISAT) jual 3.100 menara, ini pendapat analis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indosat Tbk (ISAT) akan menjual 3.100 unit menara telekomunikasinya ke PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) dan PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo). Dengan penjualan ini, sisa menara telekomunikasi milik ISAT adalah sebanyak 5.000 unit.

Analis Kresna Sekuritas Etta Rusdiana mengatakan, penjualan aset menara yang total nilai transaksinya mencapai Rp 6,39 triliun ini merupakan opsi terbaik bagi ISAT di tengah kondisi keuangan yang terbatas.

Baca Juga: Indosat (ISAT) teken perjanjian jual beli 3.100 menara dengan Protelindo dan Mitratel


"Toh bisa disewa balik untuk sepuluh tahun ke depan dengan opsi perpanjangan," ucap Etta saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (15/10).

Asal tahu saja, hasil penjualan menara ini diperuntukkan bagi kebutuhan investasi perusahaan, terutama peningkatan kapasitas dan kualitas jaringan 4G.

"Kami menginisiasi rencana investasi yang cukup signifikan di tahun 2019 – 2021 dalam rangka mendukung pertumbuhan pasar dan tujuan transformasi perusahaan," kata Direktur Utama ISAT Ahmad Al Neama di Jakarta, Selasa (15/10).

Sejalan dengan hal tersebut, Etta menambahkan, selama operator telekomunikasi bisa membuat base transceiver station (BTS) dengan throughput tertinggi, maka perusahaan dapat menjual layanan dengan tarif yang lebih murah.

"Nah untuk itu mereka harus upgrade jaringan radio access network (RAN) dan fiber optiknya," kata dia.

Baca Juga: Menang tender, anak usaha Telkom Indonesia (TLKM) akuisisi 2.100 menara Indosat

Sebagai informasi, per Juni 2019, total BTS 4G ISAT mencapai 24.874 unit. Jenis BTS yang mencakup 28,8% dari total BTS per Juni 2019 ini mencatat kenaikan paling signifikan, yakni 147,11% year on year (yoy) dari sebelumnya 10.066 unit.

Hingga akhir tahun ini, ISAT menargetkan BTS 4G-nya bisa mencapai 35.050 unit dan bisa menjangkau 90% populasi masyarakat Indonesia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli