Indosat lunasi obligasi US$ 109 juta



JAKARTA. PT Indosat Tbk (ISAT) terus merestrukturisasi utang jangka pendek. Setelah melunasi guarantee notes yang jatuh tempo tahun 2010 senilai US$ 234 juta pada 10 Agustus lalu, 2 September kemarin, ISAT kembali melunasi obligasinya.

Kali ini, objek pelunasan tersebut adalah guarantee notes yang jatuh tempo 2011 sebesar US$ 109 juta. "Pelunasannya menggunakan dana hasil penerbitan obligasi sebesar US$ 650 juta Agustus lalu," jelas S. Auliana, Sekretaris Perusahaan ISAT kepada KONTAN, kemarin (6/9).

Auliana menambahkan, ISAT juga akan membereskan pinjaman lain yang jatuh tempo tahun ini. Berdasarkan laporan keuangan ISAT di semester I-2010, total pinjaman yang akan jatuh tempo tahun ini sekitar Rp 4,28 triliun.


Dari jumlah utang tersebut, sekitar Rp 1,73 triliun berupa obligasi. Data di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan, nilai obligasi ISAT yang akan jatuh tempo pada 22 Oktober tahun ini mencapai sekitar Rp 640 miliar. "Kami juga akan melunasi obligasi rupiah dengan dana obligasi valas kemarin," tambah Auliana.

Lewat restrukturisasi utang ini, beban keuangan ISAT memang akan sedikit berkurang. Kendati surat utang sebesar US$ 650 juta yang dirilis Agustus lalu memberikan bunga 7,45% per tahun, jatuh temponya baru pada 2020 nanti.

Di samping melunasi sebagain utangnya, ISAT sesungguhnya juga menambah utang baru. Selain obligasi US$ 650 juta tadi, pada 15 Juli dan 30 Juli lalu, ISAT telah menarik pinjaman sebesar US$ 81,88 juta dan US$ 26,30 juta dari Svensk ExportKredit Swedia. Dari lembaga keuangan itu, ISAT sejatinya mendapat plafon US$ 315 juta, namun yang ditarik baru US$ 138,78 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie