Indosat turunkan tarif interkoneksi



JAKARTA. Penerapan tarif interkoneksi yang rencananya akan diberlakukan pada 1 September 2016 tak kunjung terang. Rencana Komisi I DPR  mempertemukan pihak operator dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk membahas lebih lanjut soal tarif interkoneksi tertunda.

Sebelumnya rapat dijadwalkan akan berlangsung pada 30 Agustus 2016 yang mempertemukan pihak-pihak terkait.

Menurut Noor Iza, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas Kemkominfo, pertemuan untuk mencapai kata sepakat bakal digelar untuk mencapai kata sepakat sebelum tanggal 1 September 2016. Ini atas saran anggota komisi I DPR, Effendi Simbolon dalam rapat kerja dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pada 24 Agustus 2016.  "Ketika sudah ada kesepakatan antar operator maka tarif interkoneksi bisa berlaku," ujar Noor Iza kepada KONTAN, Rabu (31/8)


Namun, PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) akan langsung memberlakukan tarif interkoneksi yang rata-rata turun 26% mulai 1 September 2016. Menurut Alexander Rusli, Presiden Direktur Indosaat Oooredoo, sejauh ini pihaknya masih belum menerima surat penundaan resmi soal penundaan tarif interkoneksi. "Kami akan tetap memberlakukan tarif interkoneksi yang baru mulai 1 September 2016," kata Alexander dalam keterangan resmi, Rabu (31/8).

Sampai berita ini turun, KONTAN belum berhasil menghubungi pihak Telkomsel. Asal tahu saja, penurunan tarif interkoneksi rata-rata 26% memicu pro dan kontra di antara operator seluler. Di satu sisi, Indosat dan XL Axiata mendukung langkah penurunan tarif ini, tapi Telkomsel menentangnya lantaran selama ini anak usaha Telkom tersebut sudah membangun jaringan telekomunikasi hingga pelosok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Markus Sumartomjon