Industri AMDK Bersiap Hadapi Lonjakan Permintaan Selama Musim Kemarau



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku industri air minum dalam kemasan (AMDK), mulai menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga pasokan di tengah potensi peningkatan permintaan selama musim kemarau akibat fenomena El Nino. Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA), Karyanto Wibowo mengatakan, secara umum industri berada dalam kondisi siap memenuhi kebutuhan pasar. Saat ini terdapat lebih dari 700 perusahaan AMDK yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dengan kapasitas produksi nasional sekitar 47 miliar liter per tahun. "Perusahaan-perusahaan AMDK telah memperkuat perencanaan produksi dan persediaan, kapasitas distribusi regional, efisiensi rantai pasok, serta sistem pemantauan permintaan di berbagai daerah," ujar Karyanto kepada KONTAN, Rabu (29/7).

Baca Juga: Lautan Luas Catat Kinerja Solid, Pendapatan Semester I-2026 Tembus Rp5,11 Triliun Menurut dia, jaringan produksi yang tersebar di berbagai daerah membuat pasokan lebih dekat dengan konsumen. Sehingga membantu menjaga ketersediaan produk apabila permintaan meningkat selama musim kemarau. Meski demikian, Karyanto mengingatkan El Nino juga menghadirkan sejumlah tantangan bagi industri. Tantangan utama adalah menjaga keberlanjutan sumber daya air di tengah kondisi cuaca yang lebih kering. Karena itu, produsen AMDK terus memperkuat berbagai program konservasi, mulai dari perlindungan daerah tangkapan air, rehabilitasi daerah aliran sungai, hingga peningkatan efisiensi penggunaan air di fasilitas produksi. Selain isu keberlanjutan sumber air, industri juga menghadapi kenaikan biaya bahan baku kemasan, biaya energi dan logistik, fluktuasi nilai tukar, serta penyesuaian berbagai regulasi yang memengaruhi rantai pasok dan distribusi. Meski menghadapi berbagai tantangan tersebut, AMDATARA tetap optimistis industri AMDK mampu mempertahankan pertumbuhan positif sepanjang 2026. Selain didorong oleh meningkatnya konsumsi masyarakat, industri juga ditopang oleh kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi air minum yang aman dan berkualitas. "Industri AMDK tetap optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan positif sekaligus terus berkontribusi terhadap perekonomian nasional, penyerapan tenaga kerja, serta penyediaan akses air minum yang aman dan berkualitas bagi masyarakat Indonesia," tutur Karyanto.

Baca Juga: Sampah Plastik Jadi Peluang Ekonomi Baru, PGN Dukung Ekosistem Daur Ulang Cilegon


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: