KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri ban nasional mulai bersiap menghadapi kenaikan biaya produksi akibat memanasnya konflik di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak dan bahan baku berbasis fosil. Kondisi ini berpotensi memicu kenaikan harga ban dalam beberapa waktu ke depan. Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI) Azis Pane mengatakan, tekanan terbesar industri saat ini berasal dari kenaikan harga bahan baku dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). “Karena kita memproduksi ban itu dengan rupiah Rp 17.600 per dolar AS, dengan bahan baku dari fosil akibat perang Timur Tengah yang begitu tinggi,” ujar Azis kepada Kontan, Selasa (19/5/2026).
Industri Ban Bersiap Naikkan Harga Akibat Lonjakan Bahan Baku
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri ban nasional mulai bersiap menghadapi kenaikan biaya produksi akibat memanasnya konflik di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak dan bahan baku berbasis fosil. Kondisi ini berpotensi memicu kenaikan harga ban dalam beberapa waktu ke depan. Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI) Azis Pane mengatakan, tekanan terbesar industri saat ini berasal dari kenaikan harga bahan baku dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). “Karena kita memproduksi ban itu dengan rupiah Rp 17.600 per dolar AS, dengan bahan baku dari fosil akibat perang Timur Tengah yang begitu tinggi,” ujar Azis kepada Kontan, Selasa (19/5/2026).