Industri Bangunan dan Properti Dituntut Perkuat Kolaborasi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA Perkembangan industri bangunan, arsitektur, interior, furnitur, dan properti tidak terlepas dari kebutuhan akan inovasi produk serta kolaborasi antarpelaku industri. Di tengah dinamika pasar, hubungan antara brand, produsen, distributor, pengembang, arsitek, dan desainer menjadi semakin penting untuk menjawab kebutuhan proyek dan konsumen.

Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada dalam kisaran 4,9%–5,7%, didukung antara lain oleh aktivitas ekonomi domestik dan investasi. Sementara itu, Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia menunjukkan bahwa penjualan properti residensial di pasar primer pada triwulan II 2026 mengalami kontraksi 2,36% secara tahunan. Meskipun masih terkontraksi, angka tersebut membaik dibandingkan kontraksi 25,67%pada triwulan sebelumnya. Perbaikan tersebut didorong oleh peningkatan penjualan rumah tipe kecil dan besar.

Di tengah perkembangan tersebut, industri bahan bangunan dan arsitektur dinilai perlu terus didorong. “Industri bangunan tidak berdiri sendiri. Di dalamnya ada keterhubungan antara material, konstruksi, arsitektur, interior, furnitur, hingga properti,” kata Royanto Handaya, Direktur Panorama Media dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).


Royanto bilang, pengembangan ekosistem menjadi bagian dari upaya untuk mempertemukan pelaku industri dengan peluang bisnis yang lebih luas. Menurutnya, hal itu dapat diwujudkan melalui pameran.

Baca Juga: AICA Indonesia Kenalkan Dua Produk Interior Baru di IndoBuildTech 2026

Industri bangunan dan interior terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap ruang yang fungsional, nyaman, dan memiliki nilai estetika. Kondisi ini mendorong arsitek dan desainer interior untuk terus mengikuti perkembangan material, teknologi, hingga tren desain.

Ketua Umum HDII Nasional, Adi Surya Triwibowo, mengatakan desain interior tidak hanya mengutamakan tampilan visual, tetapi juga harus mampu menjawab kebutuhan dan aktivitas penggunanya.

“Desain interior harus memperhatikan fungsi dan aktivitas demi memberikan kenyamanan serta pengalaman bagi penggunanya. Estetika kemudian hadir melalui bentuk dan warna. Karena itu, desainer perlu mengikuti perkembangan tren, material, furnitur, teknologi, dan solusi interior agar mampu menciptakan ruang yang memiliki karakter dan nilai,” ujar Adi.

Dari sisi arsitektur, Wakil Sekretaris 1 IAI Jakarta, Wendy Sudibyo, menilai pemilihan material menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas sebuah bangunan. Menurutnya, arsitek perlu memahami perkembangan produk, termasuk spesifikasi teknis dan penerapannya dalam berbagai proyek.

“Pemilihan material memiliki peran penting dalam menentukan kualitas, fungsi, dan karakter sebuah bangunan. Arsitek perlu memahami perkembangan produk, termasuk aspek teknis dan kemungkinan penerapannya, agar dapat memilih solusi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing proyek,” kata Wendy.

Sementara itu, Ketua IAI Banten, Ar. Shri Chandra Satryotom, IAI, menyoroti semakin beragamnya kebutuhan ruang seiring perkembangan kawasan. Kebutuhan tersebut mencakup hunian, fasilitas komersial, hingga ruang publik yang memerlukan pendekatan desain sesuai fungsi dan karakter penggunanya.

“Perkembangan kawasan menghadirkan kebutuhan yang berbeda, mulai dari hunian, fasilitas komersial, hingga ruang publik. Hal ini membutuhkan keterlibatan berbagai pihak untuk menghadirkan bangunan dan lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata dia. 

Untuk menjawab kondisi itu, Panorama berencana menggelar Megabuild Indonesia yang dijadwalkan digekar pada 10–13 Juni 2027 di NICE PIK 2. Ajang ini akan hadir dengan ekosistem pameran yang semakin luas dan terintegrasi, mempertemukan industri material bangunan, konstruksi, arsitektur, interior, furnitur, properti, dan kebutuhan hunian. 

MEGABUILD Indonesia 2027 akan diselenggarakan bersama Keramik Indonesia, Megafurniture Indonesia, Megaproperty Expo, dan Megaliving Expo. Kehadiran pameran-pameran tersebut memperluas cakupan produk dan layanan yang dapat dijelajahi pengunjung, mulai dari tahap pembangunan hingga penataan dan pengisian ruang.

Pada edisi ini, Megafurniture Indonesia turut memperluas ekosistem ke industri furnitur dan interior melalui penyelenggaraan bersama World Furniture Expo Indonesia (WOFX), dalam kolaborasi dengan Worldex. Kehadiran Megaproperty Expo dan Megaliving Expo melengkapi rangkaian tersebut dengan sektor properti serta kebutuhan hunian dan gaya hidup.

Untuk mendukung pertemuan yang lebih terarah, Megabuild Indonesia 2027 menghadirkan 1-on-1 Business Matching Program dan Hosted Buyers Program yang dirancang untuk mempertemukan exhibitor dengan buyer potensial. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News