JAKARTA. Meski bea masuk baja lapis timah (tinplate) dan tin free steel untuk bahan baku industri termasuk untuk kemasan kaleng terbilang tinggi, namun sebagian pelaku industri tetap harus impor. Salah satu industri yang memilih impor adalah industri makanan dan minuman. Sribugo Suratmo, Wakil Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi) bilang, industri makanan punya hitungan dalam membeli tinplate. "Kami tidak keberatan dengan impor," kata Sribugo kepada KONTAN, Rabu (9/3). Bagi industri makanan dan minuman, tinplate banyak mereka gunakan untuk kemasan kaleng. Impor tinplate bahkan bisa naik menjelang Lebaran seperti saat ini. Celakanya, seiring kenaikan pesanan, beredar kabar harga tinplate juga akan naik.
Industri bergantung tinplate impor
JAKARTA. Meski bea masuk baja lapis timah (tinplate) dan tin free steel untuk bahan baku industri termasuk untuk kemasan kaleng terbilang tinggi, namun sebagian pelaku industri tetap harus impor. Salah satu industri yang memilih impor adalah industri makanan dan minuman. Sribugo Suratmo, Wakil Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi) bilang, industri makanan punya hitungan dalam membeli tinplate. "Kami tidak keberatan dengan impor," kata Sribugo kepada KONTAN, Rabu (9/3). Bagi industri makanan dan minuman, tinplate banyak mereka gunakan untuk kemasan kaleng. Impor tinplate bahkan bisa naik menjelang Lebaran seperti saat ini. Celakanya, seiring kenaikan pesanan, beredar kabar harga tinplate juga akan naik.