JAKARTA. Industri beton pracetak Indonesia semakin berkembang di tengah maraknya pembangunan infrastruktur maupun gedung. Namun sebagian besar pasarnya masih dikuasai oleh anak-anak perusahaan konstruksi. Kapasitas produksi terbesar dimiliki oleh PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) yakni mencapai 3,25 juta ton per tahun yang diproduksi di 11 pabrik dan sekitar 41 buah batching plant (BP) yang tersebar di seluruh lokasi proyek. Adapun lokasi pabrik tersebut berada di daerah Karawang, Sadang, Cibitung, Subang, Kalijati, Bojonegoro, Klaten, Sidoarjo, Legundi dan dua pabrik di Palembang. Pada akhir tahun lalu, kapasitas produksi WSBP baru 2,65 juta ton per tahun. Namun selama enam bulan terakhir, perusahaan melakukan penambahan produksi dengan melakukan perluasan kapasitas di beberapa pabrik existing Palembang dan Subang, serta membangun pabrik baru di Legundi dengan kapasitas 275.000 ton per tahun.
Industri beton pracetak tumbuh subur
JAKARTA. Industri beton pracetak Indonesia semakin berkembang di tengah maraknya pembangunan infrastruktur maupun gedung. Namun sebagian besar pasarnya masih dikuasai oleh anak-anak perusahaan konstruksi. Kapasitas produksi terbesar dimiliki oleh PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) yakni mencapai 3,25 juta ton per tahun yang diproduksi di 11 pabrik dan sekitar 41 buah batching plant (BP) yang tersebar di seluruh lokasi proyek. Adapun lokasi pabrik tersebut berada di daerah Karawang, Sadang, Cibitung, Subang, Kalijati, Bojonegoro, Klaten, Sidoarjo, Legundi dan dua pabrik di Palembang. Pada akhir tahun lalu, kapasitas produksi WSBP baru 2,65 juta ton per tahun. Namun selama enam bulan terakhir, perusahaan melakukan penambahan produksi dengan melakukan perluasan kapasitas di beberapa pabrik existing Palembang dan Subang, serta membangun pabrik baru di Legundi dengan kapasitas 275.000 ton per tahun.