Industri Jerman Mulai 2026 dengan Penurunan Pesanan dan Produksi yang Mengejutkan



KONTAN.CO.ID - BERLIN. Industri Jerman memulai 2026 dengan catatan mengejutkan, setelah pesanan industri merosot lebih tajam dari perkiraan dan produksi turun untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir. 

Data dari kantor statistik negara itu menunjukkan penurunan pesanan sebesar 11,1% pada Januari dibandingkan bulan sebelumnya, setelah empat bulan berturut-turut mengalami kenaikan. 

Padahal, survei Reuters sebelumnya memperkirakan penurunan hanya sekitar 4,5%.


Baca Juga: Kemenperin: Indeks Kepercayaan Industri Februari 2026 Turun 0,10 Poin Jadi 54,02

Meski begitu, jika pesanan berskala besar dikesampingkan, penurunan hanya 0,4%, menunjukkan bahwa industri masih memiliki permintaan yang relatif stabil. 

"Angka-angka ini memang tidak untuk yang lemah hati," kata ekonom LBBW, Jens-Oliver Niklasch. 

Ia tetap optimistis bahwa kinerja ekonomi tahun ini akan lebih baik dibandingkan 2025, selama konflik di Iran tidak meluas dan mendorong harga minyak melonjak.

Michael Herzum dari Union Investment menilai, permintaan yang kuat sebagian didorong oleh investasi pemerintah Jerman di sektor pertahanan dan infrastruktur. 

Ia memperkirakan industri Jerman bisa berubah dari penghambat pertumbuhan menjadi penggerak ekonomi pada 2026, asalkan perang di Iran tidak meningkat secara permanen. 

Baca Juga: GAIKINDO Klaim Industri Otomotif Siap Penuhi Permintaan Kendaraan Komersial

Kementerian Ekonomi Jerman juga memperingatkan risiko kemunduran industri meningkat akibat konflik di Timur Tengah, meski dampaknya belum tercermin dalam indikator saat ini.

Sementara itu, produksi industri turun 0,5% pada Januari, lebih rendah dari perkiraan kenaikan tipis 1,0%. Penurunan ini terutama dipicu oleh produksi produk logam yang merosot 12,4%, disusul industri farmasi serta komputer, elektronik, dan produk optik. 

Di sisi lain, produksi energi justru naik 10,3%, terdorong cuaca Januari yang sangat dingin. 

"Meskipun pesanan penuh, produksi belum menunjukkan lonjakan yang diharapkan," kata Alexander Krueger, ekonom Hauck Aufhaeuser Lampe.

Fenomena ini menunjukkan industri Jerman menghadapi awal tahun yang menantang, di tengah ketidakpastian global dan risiko geopolitik yang meningkat.