KONTAN.CO.ID - Perusahaan taruhan olahraga daring di Amerika Serikat (AS) seperti DraftKings, FanDuel, Fanatics, dan bet365 telah menggelontorkan sedikitnya US$ 72 juta untuk mendukung kandidat dalam pemilu paruh waktu (
midterm elections) AS. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya persaingan dengan platform pasar prediksi seperti Kalshi dan Polymarket.
Baca Juga: Dolar AS Menguat, Harga Tembaga Lanjutkan Pelemahan Jelang Rapat The Fed Mengutip
Reuters, Selasa (28/7/2026), berdasarkan data terbaru pembiayaan kampanye, industri taruhan olahraga daring kini menjadi penyumbang dana korporasi terbesar ketiga dalam pemilu paruh waktu AS, setelah sektor kripto dan teknologi. Lembaga pengawas korporasi Public Citizen memperkirakan industri tersebut berupaya membantu kandidat yang dinilai akan mendukung kepentingan bisnis mereka jika terpilih. Empat operator taruhan olahraga, yakni DraftKings, FanDuel, Fanatics, dan perusahaan asal Inggris bet365, menyalurkan dana mereka melalui
Win for America, sebuah super
political action committee (Super PAC). Dana tersebut kemudian dialokasikan ke dua PAC afiliasi, yaitu American Future yang mendukung kandidat Partai Demokrat dan American Conservative Fund yang mendukung kandidat Partai Republik dalam berbagai pemilihan legislatif negara bagian. Dalam sistem politik AS, Super PAC dapat menerima donasi tanpa batas dari perusahaan maupun individu dan membelanjakan dana dalam jumlah tak terbatas untuk mendukung kandidat tertentu.
Baca Juga: Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Puluhan Terluka dan 150.000 Warga Dievakuasi Namun, mereka dilarang berkoordinasi langsung dengan tim kampanye kandidat maupun memberikan sumbangan langsung kepada kandidat. Menurut Public Citizen,
Win for America baru dibentuk pada akhir tahun lalu, sehingga besarnya dana yang dihimpun dinilai belum pernah terjadi sebelumnya bagi industri taruhan olahraga. "
Win for America sedang berkembang menjadi mesin pendanaan korporasi yang sangat besar," kata Direktur Riset Public Citizen, Rick Claypool. Ia membandingkan pengeluaran industri taruhan olahraga dengan sektor kecerdasan buatan (AI) dan kripto, yang masing-masing telah menghabiskan lebih dari US$ 100 juta untuk pemilu paruh waktu kali ini. Fokus pada negara bagian Salah satu fokus utama pendanaan berada di negara bagian Georgia, tempat Win for America menggelontorkan lebih dari US$ 12 juta melalui dua PAC afiliasinya. Pendanaan tersebut diberikan menjelang pembahasan rancangan undang-undang yang bertujuan melegalkan perjudian di negara bagian tersebut.
Baca Juga: Bursa Asia Anjlok ke Level Terendah Tiga Bulan, Rupiah Dekati Rekor Terlemah Menurut catatan pendanaan kampanye, dana itu disalurkan kepada 34 kandidat legislatif. Berdasarkan laporan Atlanta Journal-Constitution, hanya dua kandidat yang didukung industri tersebut gagal memenangkan pemilihan pendahuluan.
Win for America juga mengucurkan dana besar di Pennsylvania, ketika negara bagian tersebut membahas usulan kenaikan pajak bagi industri taruhan olahraga daring untuk mendanai transportasi publik. DraftKings penyumbang terbesar Catatan pemilu federal menunjukkan industri taruhan olahraga menyumbang US$ 43 juta kepada
Win for America pada kuartal I, kemudian menambah US$ 29 juta lagi pada kuartal II.
Baca Juga: Saham LVMH Turun, Pemulihan Bisnis Louis Vuitton dan Dior Dinilai Belum Meyakinkan Jumlah tersebut belum mencerminkan seluruh pengeluaran politik industri karena tidak mencakup seluruh pendanaan untuk pemilu negara bagian maupun donasi kepada organisasi nirlaba yang tidak wajib mengungkap identitas penyumbangnya (
dark money groups). Di antara perusahaan-perusahaan tersebut, DraftKings menjadi penyumbang terbesar dengan donasi sedikitnya US$ 34 juta kepada
Win for America. Disusul oleh FanDuel sebesar US$ 27 juta, sementara bet365 dan Fanatics masing-masing menyumbang sekitar US$ 5,5 juta selama siklus pemilu dua tahun ini. Selain itu, DraftKings juga memberikan sedikitnya US$ 1 juta kepada komite politik lainnya, sedangkan FanDuel menyumbang tambahan sekitar US$ 2 juta. Industri taruhan olahraga AS berkembang pesat setelah putusan Mahkamah Agung AS pada 2018 membatalkan larangan federal atas legalisasi taruhan olahraga di sebagian besar negara bagian.
Sejak saat itu, 39 negara bagian dan District of Columbia telah melegalkan taruhan olahraga dalam berbagai bentuk, termasuk 33 negara bagian yang mengizinkan taruhan olahraga secara daring, menurut American Gaming Association.
Baca Juga: Paolo Maldini dan Leonardo Mundur dari FIGC, Italia Hadapi Krisis Tim Nasional Seiring pertumbuhan industri, belanja lobi politik juga meningkat. Data OpenSecrets menunjukkan, FanDuel menghabiskan sekitar US$ 1,1 juta untuk melobi pemerintah federal tahun lalu, atau tujuh kali lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, DraftKings lebih dari dua kali lipat meningkatkan belanja lobi tahunannya menjadi sekitar US$ 900.000.