JAKARTA. Pengusaha galangan kapal tengah kesal. Mereka melihat, perbankan nasional enggan mengucurkan kredit bagi bisnis galangan kapal. Padahal, saat ini permintaan kapal sudah mulai membaik meski belum mencapai titik normal. Artinya, kebutuhan dana pinjaman bank bakal terus meningkat. Menurut catatan Departemen Perindustrian (Depperin), kucuran kredit industri galangan kapal baru mencapai Rp 19 triliun per tahun. ”Seharusnya nilai kredit itu bisa mencapai Rp 50 triliun per tahun. Sebab harga kapal itu memang tinggi, satu saja harganya bisa puluhan hingga ratusan miliar rupiah,” kata Sekjen Ikatan Perusahaan Industri Perkapalan dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Wing Wirjawan, (27/10). Itu sebabnya, pertumbuhan sektor industri galangan kapal di Indonesia masih kerdil. Sektor industri ini, menurut Wirjawan, hanya mampu menyumbang sebesar 1,6% dari total Pendapatan Domestik Bruto (PDB) nasional. Angka ini kalah jauh ketimbang sumbangkan industri galangan kapal di Jepang dan Korea Selatan.
Industri Kapal Haus Kucuran Kredit Bank
JAKARTA. Pengusaha galangan kapal tengah kesal. Mereka melihat, perbankan nasional enggan mengucurkan kredit bagi bisnis galangan kapal. Padahal, saat ini permintaan kapal sudah mulai membaik meski belum mencapai titik normal. Artinya, kebutuhan dana pinjaman bank bakal terus meningkat. Menurut catatan Departemen Perindustrian (Depperin), kucuran kredit industri galangan kapal baru mencapai Rp 19 triliun per tahun. ”Seharusnya nilai kredit itu bisa mencapai Rp 50 triliun per tahun. Sebab harga kapal itu memang tinggi, satu saja harganya bisa puluhan hingga ratusan miliar rupiah,” kata Sekjen Ikatan Perusahaan Industri Perkapalan dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Wing Wirjawan, (27/10). Itu sebabnya, pertumbuhan sektor industri galangan kapal di Indonesia masih kerdil. Sektor industri ini, menurut Wirjawan, hanya mampu menyumbang sebesar 1,6% dari total Pendapatan Domestik Bruto (PDB) nasional. Angka ini kalah jauh ketimbang sumbangkan industri galangan kapal di Jepang dan Korea Selatan.