Industri Kripto Indonesia Terus Berkembang, Regulasi Makin Matang



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketegangan geopolitik Timur Tengah mempengaruhi berbagai lini termasuk aset kripto. 

Mengutip situs coinmarketcap.com pada Rabu (11/03/2026) pukul 15.36 WIB bitcoin secara harian mengalami penurunan sebesar 1,77% menjadi US$ 69.563, Ethereum dalam sehari turun 2,01% menjadi US$2.019, Solana dalam sehari turun 1,77% menjadi US$ 85,31.

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur mengatakan perkembangan transaksi kripto di Indonesia pada awal 2026 menunjukkan sedikit pelemahan secara bulanan, meski kepercayaan konsumen terhadap ekosistem aset digital masih tetap terjaga. 


Baca Juga: Pasar Kripto Terkoreksi, Analis Perkirakan Konsolidasi Sebelum Reli Baru

Berdasarkan data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi aset kripto selama Januari 2026 tercatat sebesar Rp29,24 triliun, turun 10,53 persen dibandingkan Desember 2025 yang mencapai Rp32,68 triliun. 

Dari data tersebut terlihat penurunan ini sejalan dengan tren melemahnya harga sejumlah aset kripto utama di pasar global.

Fyqieh menyebut pelemahan transaksi pada Januari lebih mencerminkan pengaruh kondisi pasar global daripada penurunan minat investor secara drastis. 

Baca Juga: Ketegangan Geopolitik Picu Volatilitas Pasar Kripto

"Dengan demikian, perkembangan transaksi kripto di Indonesia saat ini masih menunjukkan pasar yang aktif, hanya saja sedang mengalami fase penyesuaian akibat tekanan harga aset kripto global," lanjut Fyqieh.

Senada dengan Fyqieh, Analis Reku, Andri Fauzan mengatakan jumlah investor kripto di Indonesia sudah bertambah, meskipun nilai transaksinya menurun. 

Ia mengakui saat ini regulasi OJK sudah semakin matang dengan 1.457 aset kripto yang diperdagangkan per Februari 2026.

"Ini menandakan pasar RI memasuki fase pendewasaan yang lebih sustainable, di mana kepercayaan konsumen tetap kuat (investor bertambah meski volume turun), fokus bergeser ke tata kelola, perlindungan konsumen, dan integrasi fintech, sehingga prospek jangka menengah tetap positif jika pasar global rebound," ujar Andri.

Baca Juga: Bitcoin dan Aset Kripto Lain Bergerak Volatil di Tengah Ketegangan Geopolitik Global

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: