JAKARTA. Industri makanan dan minuman diyakini terus tumbuh seiring tingkat konsumsi dan laju ekspor produk olahan pangan dari Indonesia ke pasar internasional. Apalagi, industri ini diakui sangat strategis dan senantiasa diupayakan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Selain jumlah penduduk yang besar, geliat industri makanan minuman juga ditopang aktivitas produsen nasional dan multinasional yang telah menjadikan Indonesia sebagai basis produksi. Selain itu, Indonesia juga mampu menyediakan bahan baku guna mendukung kontinuitas produksi. Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan, tahun lalu, industri makanan dan minuman tumbuh 7,88% dan menopang sebagian besar pertumbuhan industri non migas. "Kinerja ekspor juga bagus karena pada 2015 kemarin senilai US$ 5,6 miliar yang meningkat dari tahun sebelumnya US$ 5,55 miliar,” katanya, Senin (25/4).
Industri mamin bakal terus meningkat
JAKARTA. Industri makanan dan minuman diyakini terus tumbuh seiring tingkat konsumsi dan laju ekspor produk olahan pangan dari Indonesia ke pasar internasional. Apalagi, industri ini diakui sangat strategis dan senantiasa diupayakan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Selain jumlah penduduk yang besar, geliat industri makanan minuman juga ditopang aktivitas produsen nasional dan multinasional yang telah menjadikan Indonesia sebagai basis produksi. Selain itu, Indonesia juga mampu menyediakan bahan baku guna mendukung kontinuitas produksi. Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan, tahun lalu, industri makanan dan minuman tumbuh 7,88% dan menopang sebagian besar pertumbuhan industri non migas. "Kinerja ekspor juga bagus karena pada 2015 kemarin senilai US$ 5,6 miliar yang meningkat dari tahun sebelumnya US$ 5,55 miliar,” katanya, Senin (25/4).