KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku industri makanan dan minuman siap unjuk gigi pada pameran berskala internasional Salon International de I'alimentatoon (SIAL) Interfood kali ini. Pasalnya, dari 880 perusahaan yang berpartisipasi 65% di antaranya merupakan perusahaan lokal sedangkan sisanya berasal dari 30 negara. Adapun perusahaan asing yang berpartisipasi berasal dari Australia, Argentina, Belanda, Belgia, Tiongkok, Uni Emirates Arab, Ekuador, India, Italia, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Kuwait, Lithuania, Malaysia, Mesir, Palestina, Pakistan, Perancis, Polandia, Arab Saudi, Singapura, Taiwan, Turki, Timor Leste, Thailand, Amerika Serikat, Vietnam dan Yunani. Baca Juga: Dihelat pekan ini, SIAL Interfood bidik transaksi Rp 500 miliar
Abdul Rochim, Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian menyampaikan pameran ini menjadi ajang pemain industri mamin lokal untuk menunjukkan inovasi serta memasarkan produknya ke global. Apalagi tidak hanya perusahaan skala besar, banyak pelaku UMKM yang juga turut serta dalam SIAL Interfood tahun ini. "65% lebih pelaku usaha makanan dan minuman Indonesia. Kalau kita melihat bukan hanya produk makanan dan minuman luar negeri, tetapi produk-produk dan inovasi perusahaan Indonesia," ujarnya di Jakarta, Senin (11/11) Apalagi ajang ini juga bisa meningkatkan ekspor produk makanan dan minuman karena banyaknya peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan pelaku industri lokal. Terdapak 28 sektor mulai dari produk susu dan telur, keju, daging, ikan, bakery, teh, kopi hingga mesin pengolahan makanan dan minuman terbaru.