KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku industri makanan dan minuman (mamin) nasional tetap optimistis mampu mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang 2026 meski masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kenaikan biaya produksi, logistik, energi hingga pasokan bahan baku. Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman, mengatakan kondisi industri makanan dan minuman saat ini masih bervariasi di setiap subsektor. Sejumlah segmen masih mampu mencatatkan pertumbuhan yang kuat, sementara sebagian lainnya mengalami pertumbuhan yang lebih moderat bahkan melambat. "Jadi ini tantangan kita bersama. Tapi kalau saya lihat secara umum, industri makanan, minuman itu karena sektornya banyak ya. Jadi masih ada yang tumbuh bagus, ada yang tumbuhnya moderate, ada yang tumbuhnya kurang bagus," ujar Adhi, Kamis (2/7/2026).
Industri Mamin Optimistis Tumbuh 7% Meski Dibayangi Tekanan Biaya Produksi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku industri makanan dan minuman (mamin) nasional tetap optimistis mampu mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang 2026 meski masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kenaikan biaya produksi, logistik, energi hingga pasokan bahan baku. Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman, mengatakan kondisi industri makanan dan minuman saat ini masih bervariasi di setiap subsektor. Sejumlah segmen masih mampu mencatatkan pertumbuhan yang kuat, sementara sebagian lainnya mengalami pertumbuhan yang lebih moderat bahkan melambat. "Jadi ini tantangan kita bersama. Tapi kalau saya lihat secara umum, industri makanan, minuman itu karena sektornya banyak ya. Jadi masih ada yang tumbuh bagus, ada yang tumbuhnya moderate, ada yang tumbuhnya kurang bagus," ujar Adhi, Kamis (2/7/2026).
TAG: