Industri Membutuhkan Tenaga Terampil, Pendidikan Vokasi Perkuat Praktik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perubahan teknologi di industri turut mengubah keterampilan yang dibutuhkan tenaga kerja. Bagi pendidikan vokasi, pembelajaran teori perlu dilengkapi pengalaman praktik.

Tujuannya, mahasiswa terbiasa dengan teknologi dan prosedur yang digunakan di dunia kerja. World Economic Forum memperkirakan, 39% keterampilan utama pekerja akan berubah atau tidak lagi relevan pada 2030.

Di sisi lain, Kementerian Ketenagakerjaan memperkirakan 17 sektor industri membutuhkan tambahan rata-rata sekitar 750.000 pekerja per tahun hingga 2029. Maka, Bosch Power Tools menggandeng Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) dengan memperkenalkan tiga alat ukur kelistrikan.


Ketiganya, GDM 600-15 Professional Digital Multimeter, GMC 600-15 Professional Clamp Meter, dan GFM 1000-15 Professional Fork Meter.

Vice President Sales Bosch Power Tools ASEAN, Christoph Schmidt mengatakan perkembangan teknologi perlu diikuti kesiapan tenaga kerja dengan keterampilan yang sesuai.

Menurutnya, industri 4.0 mengubah cara perusahaan berproduksi, bekerja, dan menyelesaikan persoalan. Namun, teknologi saja tidak cukup.

Baca Juga: Bobobox Jajaki Ekspansi ke Jepang, Bidik Peluang IPO di Tokyo 

"Tenaga kerja dengan fondasi teknis yang kuat, mampu memahami teknologi, memecahkan masalah, serta terus belajar dan beradaptasi dengan kebutuhan industri,” ujar Christoph, Kamis (24/9). 

Direktur PNJ Sy,amsurizal mengatakan, kesiapan lulusan tidak hanya ditentukan kemampuan teknis, tetapi juga keterampilan beradaptasi dan memahami budaya kerja.

“Keberhasilan di dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh hard skill, seperti pengetahuan teknis dan penguasaan alat, tetapi juga soft skill yang kuat,” ujar Syamsurizal.

Di Jurusan Teknik Elektro PNJ, tingkat penyerapan lulusan pada tahun 2026 tercatat sekitar 70%. Secara keseluruhan, 41% lulusan PNJ pada wisuda September 2026 telah bekerja atau berwirausaha sebelum menerima ijazah.

Pakar K3 bidang listrik sekaligus dosen kelistrikan PNJ A. Damar Aji mengatakan kompetensi tenaga kelistrikan mencakup keterampilan, sikap kerja, dan penerapan pengetahuan dalam situasi berbeda.

“Alat yang aman juga harus tangguh dan nyaman digunakan. Ketahanan terhadap debu, air, dan benturan serta desain yang ergonomis membantu mengurangi risiko kerja,” kata Damar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News