Industri modal ventura akan gencar berinvestasi pada tahun ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berkembangnya beberapa perusahaan startup seiring maraknya digitalisasi diprediksi menarik beberapa perusahaan modal ventura untuk melakukan investasi. Beberapa perusahaan Modal Ventura pun telah menyiapkan dana untuk investasi di tahun ini.

Berdasarkan data OJK, penyertaan modal ventura sudah mencapai Rp 15 triliun per Februari 2021 atau tumbuh 14,6% ytd. Kontribusi terbesar masih berasal dari pembiayaan usaha produktif yang mencapai Rp 10 triliun.

Salah satu modal ventura asal perbankan, Mandiri Capital Indonesia (MCI) mengaku telah memulai investasi pada perusahaan start-up di kuartal I ini. Di tahun ini, perusahaan telah menyiapkan dana sebesar Rp 50 miliar untuk investasi baru.


Baca Juga: Laba Bank Central Asia (BBCA) tumbuh 7%, ini rekomendasi Mirae Asset Sekuritas

“Tahun ini, kami sudah investasi di Bukalapak tetapi jumlahnya tidak bisa saya sebut,” ungkap CEO MCI Eddi Danusaputro kepada Kontan.co.id, Rabu (28/4).

Eddi mengungkapkan bahwa pihaknya masih akan terus melakukan investasi di beberapa perusahaan start-up. Ia menyebutkan bahwa perusahaan di tahun ini konsisten akan memberikan pendanaan ke fintech dan fintech enablers. “Kami juga sedang melirik insurtech karena ingin membantu perusahaan-perusahaan asuransi untuk mencari inovasi dan pasar baru,” ungkap Eddi.

Sebelumnya, MCI telah mendanai beberapa perusahaan start-up dengan mayoritas berasal dari perusahaan fintech, seperti Investree, Amartha, dan KoinWorks.

Ada juga perusahaan BUMN lainnya yang telah menyiapkan dana untuk melakukan investasi yaitu MDI Ventures. Anak usaha Telkom Indonesia tersebut telah menyiapkan dana hingga US$ 15 juta untuk pendanaan baru serta lanjutan.

“Kita rencana lebih agresif lagi mengingat ada beberapa Fund yang sudah berhasil kami mulai seperti Centauri, Arise, dan TMI, serta dana US$500 juta terbaru dari Telkom dan BUMN,” ungkap VP of Investments MDI Ventures Aldi Adrian Hartanto kepada Kontan.co.id.

Baca Juga: Merger Bank Syariah Indonesia akan mengubah peta aset bank BUMN?

Aldi bilang saat ini perusahaan juta telah melakukan proses finalisasi untuk melakukan pendanaan terhadap satu perusahaan yang enggan ia sebutkan. Ia juga optimis bahwa pendanaan MDI Ventures akan meningkat melihat prospek market digital Indonesia ke depan masih akan berlanjut bahkan setelah pandemi.

“Kami masih fokus terhadap 4 sektor seperti agrikultur, kesehatan, logistik, fintech dan mulai explore ke enterprise tech mengingat banyaknya perusahaan baik mikro, kecil, menengah, maupun besar yang mulai mengadopsi digital tools untuk mendigitalisasi bisnis nya,” tambah Aldi.

Ketua Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) Jefri Sirait juga turut optimis dengan pertumbuhan pendanaan di 2021. Hanya saja, Jefri bilang bahwa pertumbuhan tersebut masih sangat memperhatikan faktor risiko yang ada serta perkembangan atas pemulihan ekonomi yang masih tergantung akan kondisi pandemi.

“Iklim investasi akan tetap terjaga di tahun ini dikarenakan inovasi berkelanjutan serta behavior baru pagi para young entrepreneur. Hal ini akan memperkuat struktur   industri di jangka menengah ke atas untuk mendapatkan return yang diinginkan perusahaan modal ventura.” ungkap Jefri.

Selanjutnya: Garap bisnis bank digital, begini upaya Bank Neo Commerce (BBYB) raih pendapatan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi