Industri Modal Ventura Catatkan Laba Rp 53,05 Miliar per Februari 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri modal ventura masih membukukan laba pada awal tahun ini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, laba industri modal ventura sebesar Rp 53,05 miliar per Februari 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menerangkan ada sejumlah faktor yang membuat industri modal ventura mencatatkan laba.

"Kinerja dipengaruhi dinamika perekonomian yang mendorong investor menjadi lebih selektif, serta menggeser fokus investasi menjadi menuju profitabilitas dan keberlanjutan," ungkapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Rabu (8/4/2026).


Jika menilik data statistik OJK, laba industri modal ventura per Februari terbilang terkontraksi sebesar 65,55%, jika dibandingkan pencapaian laba per Februari 2025 yang sebesar Rp 154,02 miliar.

Baca Juga: Jamkrida Sumbar Catatkan Nilai IJP Sebesar Rp 20 Miliar per Februari 2026

Lebih lanjut, Agusman mengatakan ada sejumlah tantangan yang bisa mempengaruhi kinerja industri modal ventura pada tahun ini. Dia bilang tantangannya, antara lain fenomena tech winter. 

Adapun tech winter adalah fenomena yang kerap ditemui di perusahaan start-up. Kondisi itu dapat diartikan sebagai suatu periode penurunan investasi teknologi dan aktivitas bisnis yang berkepanjangan dan signifikan.

Meski demikian, dia bilang dampak tech winter sudah mulai lebih terkendali, sering dengan penyesuaian strategi investasi dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Ditambah, modal ventura sudah berfokus pada usaha yang memberikan fundamental yang kuat dan berkelanjutan.

"Tantangan lainnya, yakni volatilitas pasar yang berdampak pada valuasi dan exit strategy. Dengan demikian, dapat mempengaruhi kinerja modal ventura ke depan," kata Agusman.

Baca Juga: Lunasi Obligasi Jatuh Tempo, Bank Mandiri Taspen Siapkan Dana Rp 1,2 Triliun

Sementara itu, OJK mencatat, nilai pembiayaan modal ventura sebesar Rp 16,46 triliun per Februari 2026. Nilainya tumbuh sebesar 0,73% secara Year on Year (YoY).

Adapun nilai aset industri modal ventura per Februari 2026 sebesar Rp 27,63 triliun. Nilai itu meningkat 2,07% secara YoY. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News