Industri Nikel Masih Tertekan, Efisiensi Menjadi Strategi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Industri nikel global masih menghadapi tekanan dari dinamika perdagangan, kebijakan tarif Amerika Serikat, pelemahan harga baja tahan karat, serta pergerakan harga nikel di pasar global. Kondisi tersebut mendorong pelaku industri untuk menjaga efisiensi dan keandalan operasional.

Kendati begitu, PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) tetap mencatatkan kinerja positif pada 2025 dibandingkan tahun 2024. Pencapaian tersebut ditopang disiplin operasional, efisiensi, optimalisasi proses produksi, serta koordinasi yang lebih terintegrasi.

Memasuki separuh kedua 2026, VDNI melanjutkan strategi penguatan fundamental. Perusahaan juga menargetkan kinerja produksi nikel yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.


Baca Juga: Mekar Investama Teknologi Garap Rantai Pasok SAF Indonesia-Hong Kong

Penguatan tersebut turut didukung China First Heavy Industries (CFHI), terutama dalam pengembangan organisasi, operasional, pemutakhiran teknologi dan optimalisasi teknologi RKEF.

“Penguatan ini diharapkan dapat meningkatkan keandalan dan efisiensi operasi sekaligus mendukung VDNI dalam menghasilkan produk nikel untuk memenuhi kebutuhan industri global,” ujar manajemen VDNI, dalam keterangannya, Jumat (11/9).

Selain produksi, VDNI mulai mengembangkan logistik rendah karbon melalui pemanfaatan alat angkut berat berbasis listrik di kawasan industri. Perusahaan juga melanjutkan program bersama masyarakat, antara lain melalui pendidikan, perlindungan pekerja rentan dan kolaborasi dengan BUMDes

“Penguatan fundamental menjadi langkah penting bagi VDNI menghadapi dinamika industri sekaligus membangun pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan," lanjut manajemen VDNI.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News