Industri Olahraga Raket Kian Berkembang, Segmen Padel Catat Pertumbuhan Signifikan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri olahraga raket di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang kian solid, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap aktivitas berbasis gaya hidup sehat dan komunitas. 

Laporan terbaru yang dirilis Liga.Tennis menyoroti perubahan pola partisipasi sekaligus peluang bisnis yang semakin terbuka di sektor ini.

Berdasarkan Liga.Tennis Racquet Sports Report 2026, tenis masih menjadi cabang dengan tingkat okupansi tertinggi mencapai 80%, diikuti padel 75% dan pickleball 41%. 


Adapun squash mencatat okupansi 18% dan berperan sebagai pelengkap dalam ekosistem. Data ini dihimpun dari hampir 100.000 pengguna di tujuh klub sepanjang 2025.

Baca Juga: Indonesia Berpeluang Perluas Ekspor Pupuk di Tengah Krisis Pasokan Global

Founder Liga.Tennis, Dima Shcherbakov, menilai terjadi perubahan mendasar dalam perilaku pengguna. 

"Kami melihat adanya pergeseran signifikan dalam pola partisipasi olahraga, di mana aktivitas berbasis komunitas dan pengalaman sosial menjadi semakin dominan. Melalui laporan ini, kami ingin memberikan insight yang relevan bagi pelaku industri, investor, maupun komunitas olahraga,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (13/4/2026).

Meski tenis masih mendominasi dari sisi pemesanan, padel muncul sebagai motor pertumbuhan baru. Karakter permainan yang lebih sosial dan mudah diakses membuat olahraga ini efektif menarik pemain baru sekaligus meningkatkan frekuensi penggunaan fasilitas.

Dari sisi demografi, pertumbuhan industri ini ditopang kelompok usia produktif 21–40 tahun. Kelompok ini mendominasi partisipasi tenis sebesar 65,31% dan padel 58,30%, sementara pickleball menunjukkan distribusi usia yang lebih merata.

Pola penggunaan juga menunjukkan perbedaan antar cabang. Tenis dimainkan sepanjang hari dengan puncak aktivitas pukul 08.00–20.00, sedangkan padel cenderung ramai pada pagi dan malam hari, terutama setelah jam kerja. Rata-rata pengeluaran pengguna tercatat sekitar Rp400.000 per sesi, ditambah Rp 50.000 untuk konsumsi.

Baca Juga: Sawit Jadi Bahan Avtur, Apkasindo Optimistis Tidak Perlu Perluasan Lahan Baru

Secara geografis, Bali menjadi salah satu pusat pertumbuhan olahraga raket di Indonesia, didorong oleh faktor demografi, pertumbuhan kelas menengah, serta posisinya sebagai destinasi wisata global.

Seiring pertumbuhan tersebut, Liga.Tennis juga mencatat kinerja bisnis yang positif. Pada periode 2024–2025, pendapatan perusahaan tumbuh 35% dengan margin laba bersih 31% dan pertumbuhan laba bersih mencapai 105% secara tahunan. 

Perusahaan juga mengembangkan sumber pendapatan dari pelatihan, turnamen, hingga layanan pendukung seperti gym dan recovery.

Ke depan, perusahaan membidik ekspansi dengan target hingga 77 klub dalam 10 tahun serta ROI tahunan 25%–35%. Dengan basis pengguna digital yang terus berkembang, Liga.Tennis juga membuka peluang ekspansi ke pasar Asia Tenggara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News