JAKARTA. Pasar ekspor onderdil atau suku cadang kendaraan bermotor berpotensi bertumbuh. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, sejak tahun 2015-2016, ekspor suku cadang dan kendaraan bermotor tumbuh 8%, dari US$ 5,4 miliar menjadi US$ 5,8 miliar. Sedangkan, hingga periode Januari-Februari 2017, nilai ekspor produk ini naik 42%, dari US$ 733 juta menjadi US$ 1,9 miliar. Ketua Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) Hamdani Zulkarnaen menjelaskan, bisnis suku cadang tergolong industri after sales market. "Jadi tidak direct langsung dengan bisnis otomotif,” katanya, kepada KONTAN, Minggu (28/5)
Industri onderdil sasar pasar ekspor
JAKARTA. Pasar ekspor onderdil atau suku cadang kendaraan bermotor berpotensi bertumbuh. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, sejak tahun 2015-2016, ekspor suku cadang dan kendaraan bermotor tumbuh 8%, dari US$ 5,4 miliar menjadi US$ 5,8 miliar. Sedangkan, hingga periode Januari-Februari 2017, nilai ekspor produk ini naik 42%, dari US$ 733 juta menjadi US$ 1,9 miliar. Ketua Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) Hamdani Zulkarnaen menjelaskan, bisnis suku cadang tergolong industri after sales market. "Jadi tidak direct langsung dengan bisnis otomotif,” katanya, kepada KONTAN, Minggu (28/5)