JAKARTA. Kalangan industri otomotif mendukung pengembangan infrastruktur pengisian bahan bakar gas yang akan membuka jalan untuk produksi kendaraan dual fuel atau dua bahan bakar secara masif. Presiden Direktur PT Hyundai Motor Indonesia (HMI), Mukiat Sutikno menyatakan, penggunaan BBG bagi kendaraan bermotor menjadi sangat mendesak sehingga ke depan, industri otomotif harus berorientasi pada penggunaan BBG. Untuk itu, tambahnya, penerapan penggunaan BBG harus dibarengi dengan penambahan jumlah stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) agar konversi bahan bakar tersebut tidak gagal. Bahkan, pengembangan infrastruktur tersebut dapat pula dengan sistem pengisian yang sifatnya mobile atau dikenal dengan Mobile Refueling Unit (MRU).
Industri otomotif dukung infrastruktur BBG
JAKARTA. Kalangan industri otomotif mendukung pengembangan infrastruktur pengisian bahan bakar gas yang akan membuka jalan untuk produksi kendaraan dual fuel atau dua bahan bakar secara masif. Presiden Direktur PT Hyundai Motor Indonesia (HMI), Mukiat Sutikno menyatakan, penggunaan BBG bagi kendaraan bermotor menjadi sangat mendesak sehingga ke depan, industri otomotif harus berorientasi pada penggunaan BBG. Untuk itu, tambahnya, penerapan penggunaan BBG harus dibarengi dengan penambahan jumlah stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) agar konversi bahan bakar tersebut tidak gagal. Bahkan, pengembangan infrastruktur tersebut dapat pula dengan sistem pengisian yang sifatnya mobile atau dikenal dengan Mobile Refueling Unit (MRU).