Industri otomotif RI dipercaya bisa geser Thailand



Jakarta. Sejumlah indikator menunjukkan bahwa Indonesia perlahan dapat menggantikan Thailand sebagai pusat produksi otomotif utama di Asean.

Kepala sektor otomotif global Ipsos Business Consulting, Markus Scherer menuturkan kebijakan pemerintah hingga perbaikan infrastruktur akan mampu mendorong kapasitas produksi kendaraan dari Indonesia.

"Produsen otomotif dan pemangku kebijakan di Indonesia, Thailand dan negara-negara lain tentu akan mempertimbangkan implikasi ini,” kata Scherer dalam keterangan resminya, Kamis (10/3/2016).


Selama ini, Thailand telah menjadi produsen mobil terbesar di Asia Tenggara dengan volume produksi per tahun sekitar 2 juta unit. Sementara itu Indonesia sekitar 1,1 juta unit di tahun 2015.

Sebagai produsen otomotif terbesar kedua, Indonesia belum mampu mengimbangi Thailand dalam membangun pasar ekspor.

Ekspor otomotif Indonesia hanya 23% dari produksi domestiknya di tahun 2015, sementara Thailand mampu mengekspor hingga 55%.

Di tahun 2015, kesenjangan produksi antara Indonesia dan Thailand sekitar 810.000 unit. Namun pada tahun 2020, selisihnya diperkirakan mengecil menjadi hanya 465,000 unit.

Agar Indonesia dapat menggantikan Thailand sebagai pusat produksi mobil nomor satu di Asean, kesenjangan tersebut harus dapat diatasi.

Ipsos mencatat meskipun kesuksesan ekspor saat ini belum signifikan, Indonesia memiliki potensi pertumbuhan domestik yang luar biasa. Hal ini dapat mendorong investor mengharapkan pertumbuhan penjualan yang solid jika mereka mampu mendapatkan posisi yang tepat di pasar.

(Bambang Priyo Jatmiko)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News