Industri pakan ternak pinjamkan jagung, stok bahan baku bisa terpengaruh



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian meminjam jagung dari industri pakan ternak besar (feedmill) sembari menunggu masuknya jagung daerah dan impor. Langkah ini dinilai telah berpotensi mempengaruhi pasokan bahan baku industri pakan ternak.

Wakil Ketua Komite Tetap Bidang Industri Pakan dan Veteriner Kadin Indonesia Sudirman menyatakan secara umum perusahaan feedmill memiliki kemampuan pasok bahan baku sebanyak 100.000-200.000 ton atau setara 1-1.5 bulan pemakaian mereka. Maka peminjaman sebanyak 5.000 ton tiap perusahaan seharusnya bisa disanggupi.

Namun pinjaman ini tetap berpotensi mengganggu stok bahan baku industri terkait. "Seharusnya terganggu, tetapi mereka bisa pakai crushed wheat," kata Sudirman kepada Kontan.co.id, Rabu (21/11).


Apalagi menurutnya, dalam beberapa bulan terakhir, pabrik pakan berhemat pemakaian jagung, agar cukup sampai panen berikutnya pada bulan February-Maret tahun depan.

Kini harga pakan menurut Sudirman berada di Rp 7.300 - Rp 7.500 per kg. Padahal dalam catatan Kontan pada Juli lalu, harga pakan ternak untuk broiler sekitar Rp 6.500 - Rp 6.800 per kg. Sementara harga pakan ternak untuk layer sekitar Rp 5.500 - Rp 5.800 per kg.

Adapun dalam rilis, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian (Kementan) Sugiono mengungkapkan program pinjaman jagung oleh pemerintah kepada perusahaan pakan ternak besar (feedmill) dimaksudkan guna memenuhi kebutuhan jagung di beberapa daerah.

Dengan demikian, ketersediaan pakan untuk peternak mandiri bisa terpenuhi. Feedmill tersebut yakni Charoen Pokphand dan Japfa dengan total 10 ribu ton. Pekan lalu, pinjaman sebanyak 1.500 ton sudah dilakukan dari Charoen Pokphand.

Sayangnya hingga berita ini diturunkan, Kontan tidak mendapat konfirmasi terkait hal ini dari pihak Charoen maupun Japfa.

"Peminjaman ini atas usulan dan tentu menjadi program Bulog untuk membantu peternak kecil. Atas permintaan Bulog, Kementan membantu menentukan peternak yang tersebar di daerah mana saja yang membutuhkan bantuan jagung untuk pakan dalam waktu dekat," demikian dikatakan Sugiono dalam keterangan resmi.

Pengembalian jagung pinjaman ini menjadi tanggung jawab sepenuhnya Bulog dan akan dikembalikan Bulog dalam bentuk jagung pakan juga. Rencananya jagung pinjaman ini akan dilepas ke peternak mandiri di harga Rp 4.000 per kg.

Pinjaman ini dilakukan karena impor jagung untuk pakan maksimal 100 ribu ton membutuhkan waktu yang cukup lama.

Kementan menegaskan kondisi kekurangan stok jagung untuk pakan di beberapa daerah tertentu ini hanya terjadi hingga akhir tahun ini. Kekurangan stok ini bukan diakibatkan penurunan produksi, tetapi rantai distribusi yang cukup panjang jika di datang dari daerah sentra produksi yang kelebihan produksi.

Harapannya, di awal tahun 2019 nanti mulai bulan Februari sudah terjadi panen raya, sehingga stok jagung melimpah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto