Industri Pakan Tunggu Kepastian Harga Bungkil Kedelai dari PT Berdikari



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebijakan pemerintah yang mewajibkan perusahaan pakan ternak membeli bungkil kedelai (soybean meal) melalui PT Berdikari mulai Mei 2026 dinilai tidak akan berdampak signifikan terhadap industri, selama pasokan tetap terjaga.

Direktur US Soybean Export Council (USSEC) Ibnu Edy Wiyono menekankan faktor utama bagi industri pakan adalah kesinambungan ketersediaan bahan baku.

“Yang terpenting bagi industri adalah kontinuitas ketersediaan bungkil kedelai sehingga feedmill bisa terus memproduksi pakan ternak tanpa putus,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (30/4/2026).


Baca Juga: Pemerintah Patok Harga Kedelai Rp11.500/Kg, Industri Tahu Tempe Diminta Menahan Harga

Menurut Ibnu, selama pemerintah bersama Berdikari mampu menjaga konsistensi pasokan, maka kebijakan ini tidak akan terlalu membebani pelaku industri pakan, khususnya sektor unggas yang sangat bergantung pada bahan baku tersebut.

Sebagai informasi, bungkil kedelai menyumbang sekitar 22% dari komposisi pakan ternak, terutama untuk ayam.

Namun demikian, Ibnu mengakui masih ada ketidakpastian terkait potensi kenaikan biaya bahan baku. Hingga saat ini, pelaku industri belum memperoleh informasi resmi mengenai harga yang akan ditawarkan oleh Berdikari.

“Kenaikan bahan baku pakan akibat kebijakan ini belum bisa diprediksi. Saya pribadi belum mendapat informasi resmi mengenai harga yang ditawarkan Berdikari kepada feedmill,” jelasnya.

Perubahan signifikan juga terjadi pada skema pengadaan. Sebelumnya, perusahaan pakan dapat melakukan negosiasi langsung dengan pemasok internasional dari Amerika Serikat, Brasil, maupun Argentina.

Baca Juga: Stok Kedelai Surplus 176.000 Ton hingga Maret 2026, Pasokan Aman Jelang Lebaran

Namun, dengan kebijakan baru ini, pembelian harus dilakukan melalui Berdikari.

Meski begitu, Ibnu belum dapat memastikan apakah skema baru tersebut akan menyebabkan harga menjadi lebih tinggi atau menimbulkan risiko keterlambatan pasokan.

“Saya belum mendapat informasi resmi terkait harga penawaran maupun detail implementasi lainnya,” tambahnya.

Pelaku industri kini menanti kepastian harga dan mekanisme distribusi dari pemerintah dan Berdikari, mengingat stabilitas pasokan dan harga bahan baku menjadi faktor krusial dalam menjaga margin usaha di sektor pakan ternak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News