Industri Pengolahan: Ekonomi RI Membaik di Kuartal IV-2025, Sektor Ini Makin Melesat!



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja Lapangan Usaha (LU) Industri Pengolahan menunjukkan perbaikan pada Kuartal IV 2025 dan kembali berada pada fase ekspansi.

Hal ini tercermin dari Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) yang tercatat sebesar 51,86%, meningkat dibandingkan Kuartal III 2025 yang sebesar 51,66%, dan secara tahunan dibanding Kuartal IV-2024 51,58%.​

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso mengatakan, peningkatan PMI-BI tersebut didorong oleh ekspansi pada mayoritas komponen pembentuknya, terutama Volume Produksi, Volume Persediaan Barang Jadi, serta Volume Total Pesanan.


Berdasarkan komponennya, Volume Produksi tercatat berada di zona ekspansi dengan indeks 53,46%, meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 53,62%. Kinerja produksi yang tetap terjaga sejalan dengan permintaan masyarakat yang masih kuat, tercermin dari peningkatan Volume Total Pesanan.

Baca Juga: DPR–Pemerintah Sepakat RUU Pilkada Belum Masuk Prolegnas Prioritas 2026

Adapun Volume Total Pesanan pada Kuartal IV 2025 mencatat indeks 53,31%, lebih tinggi dibandingkan 52,82% pada triwulan sebelumnya. Sementara itu, Volume Persediaan Barang Jadi juga berada pada fase ekspansi dengan indeks 53,46%, meningkat dari 52,68% pada Kuartal III 2025.

"Perkembangan tersebut sejalan dengan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia yang menunjukkan kinerja LU Industri Pengolahan tetap kuat, tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 1,18%," ungkap Denny dikutip Senin (19/1/2026).

Dari sisi sub-lapangan usaha, PMI-BI pada sebagian besar subsektor juga berada pada fase ekspansi. 

Sub-LU dengan indeks tertinggi pada Kuartal IV 2025 antara lain Industri Kertas dan Barang dari Kertas, Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman sebesar 56,71%, Industri Barang Galian Bukan Logam sebesar 54,33%, serta Industri Makanan dan Minuman sebesar 54,06%.

Selain itu, Industri Furnitur dan Industri Tekstil dan Pakaian Jadi juga mencatatkan peningkatan dengan indeks masing-masing sebesar 52,35% dan 50,19%, setelah sebelumnya berada di zona kontraksi

Selanjutnya: Indonesia's Prabowo Nominates Nephew as Central Bank Deputy Governor, Sources Say

Menarik Dibaca: Ancaman Kebocoran Data Instagram, Waspada Email Reset Password Palsu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News