KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Federasi Lintas Asosiasi Plastik Hilir Indonesia mengungkapkan strategi pelaku industri plastik dalam menghadapi tekanan akibat gejolak global, khususnya konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga bahan baku. FLAIPHI menaungi empat asosiasi industri, yakni ABOFI (lembaran plastik film untuk kemasan fleksibel), ROTOKEMAS (kemasan jadi fleksibel), APHINDO (kemasan plastik rigid), serta GIATPI (plastik tenun).
Baca Juga: Cari Alternatif Plastik, Kemenperin Siapkan Kertas hingga Kaca untuk Industri Kemasan Ketua Umum ABOFI Santoso Samudra mengatakan, lonjakan harga resin yang masih sangat bergantung pada pasar global memaksa produsen melakukan berbagai penyesuaian. Strategi yang ditempuh antara lain efisiensi operasional, optimalisasi energi, diversifikasi sumber bahan baku melalui impor, hingga inovasi formulasi produk agar tetap kompetitif. Meski tekanan biaya meningkat, pelaku industri tetap berkomitmen menjaga ketahanan usaha. Direktur Eksekutif ROTOKEMAS Ferry Bunarjo menegaskan bahwa industri tidak memilih untuk memangkas kapasitas produksi secara signifikan. “Pelaku industri terus menjaga kesinambungan operasional untuk memastikan rantai pasok tetap berjalan,” ujarnya melalui keterangan resmi Selasa (21/4/2026).
Baca Juga: Smelter Nikel dan HPAL Tertekan Lonjakan Harga Sulfur, Solar Industri dan HPM Baru Menurut Ferry, peran industri plastik hilir sangat strategis karena menjadi penopang berbagai sektor lain, mulai dari makanan dan minuman, farmasi, konstruksi, hingga otomotif. Sementara itu, Sekretaris Jenderal APHINDO Henry Chevalier menyebut permintaan domestik yang stabil bahkan cenderung meningkat menjadi faktor pendukung bagi industri untuk bertahan. Besarnya populasi dan aktivitas ekonomi mendorong kebutuhan kemasan dan produk plastik tetap tinggi. Senada, Sekretaris Jenderal GIATPI Sugeng Siswanto menilai, optimalisasi kapasitas produksi serta penguatan kolaborasi di sepanjang rantai nilai menjadi kunci menjaga pasokan. “Pelaku industri plastik hilir berkomitmen untuk terus memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri secara optimal,” kata Sugeng.
Baca Juga: Mendag: Pasokan Minyak Goreng Aman, Kenaikan Dipicu Harga Plastik Ke depan, Federasi Lintas Asosiasi Plastik Hilir Indonesia menekankan pentingnya dukungan kebijakan yang kondusif, stabilitas harga bahan baku, serta penguatan industri dalam negeri untuk meningkatkan daya saing di tengah dinamika global. Selain itu, pemerintah juga diharapkan mendorong kebijakan yang mengurangi ketergantungan terhadap produk impor sekaligus menjaga keberlangsungan industri nasional. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News