Industri Produk Bayi dan Anak Optimistis Tumbuh di Tengah Daya Beli Selektif



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri perlengkapan ibu dan anak diproyeksikan masih memiliki ruang pertumbuhan di tengah kondisi daya beli masyarakat yang cenderung selektif.

Perubahan gaya hidup keluarga muda yang semakin aktif bepergian (family travel) hingga meningkatnya perhatian orang tua terhadap tumbuh kembang anak menjadi faktor yang menopang permintaan berbagai produk kebutuhan bayi dan anak.

Pelaku industri pun mulai menangkap peluang tersebut dengan menghadirkan berbagai inovasi, mulai dari stroller berstandar kabin pesawat, perlengkapan bayi yang lebih ringkas, hingga produk pendukung kesehatan dan edukasi anak.


Project Director RX Indonesia Maria Achti mengatakan, kebutuhan keluarga muda saat ini tidak lagi hanya sebatas mencari produk berkualitas, tetapi juga membutuhkan solusi yang mampu mendukung mobilitas keluarga sekaligus tumbuh kembang anak.

Baca Juga: Astra Honda Motor (AHM) Fokus Dekatkan Diri ke Konsumen di Jakarta Fair 2026

"Di tengah gaya hidup keluarga muda yang semakin dinamis, kebutuhan orang tua tidak lagi terbatas pada produk berkualitas, tetapi juga akses terhadap informasi, edukasi, dan inspirasi yang dapat membantu mereka memberikan yang terbaik bagi buah hati," ujarnya di JICC Jakarta, Jumat (26/6).

Karena itu, menurut Maria, penyelenggaraan Mommy n Me 2026 tidak hanya menjadi ajang transaksi, tetapi juga wadah bagi pelaku industri memperkenalkan inovasi terbaru sekaligus mengedukasi konsumen mengenai kebutuhan ibu dan anak.

Tahun ini, pameran tersebut menghadirkan lebih dari 400 merek dari berbagai kategori, mulai dari perlengkapan bayi, produk kesehatan, pendidikan, nutrisi, hingga layanan pendukung keluarga. Sejumlah perusahaan juga memanfaatkan momentum tersebut untuk meluncurkan produk baru yang menyasar kebutuhan keluarga modern.

Misalnya, EGG memperkenalkan EGG Sky II, stroller premium berukuran kabin pesawat yang dirancang untuk bayi hingga anak berbobot 25 kilogram.

Sementara Joie Distributor Indonesia meluncurkan Porto Lightweight Cabin Stroller yang juga telah memenuhi standar ukuran kabin pesawat (IATA cabin-size fold) dengan bobot sekitar 7,7 kilogram.

Selain itu, Mommyclopedia memperkenalkan buku terbaru 600 Mitos & Fakta tentang Bayi, Anak, dan Remaja karya dr. Meta Hanindita yang ditujukan sebagai referensi bagi orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Baca Juga: Rumah BUMN SIG Catat Transaksi Miliaran, Serap 2.100 Tenaga Kerja Lokal

Maria menilai tren tersebut menunjukkan industri ibu dan anak kini tidak hanya bersaing dari sisi kualitas produk, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan solusi yang sesuai dengan perubahan gaya hidup keluarga muda.

Di sisi lain, pelaku industri melihat segmen ibu dan anak masih relatif tahan terhadap perlambatan konsumsi.

Direktur Consumer Banking BNI Corina Karnalies mengatakan, berdasarkan pengamatan perseroan, jumlah pengunjung maupun nilai transaksi pada pameran perlengkapan ibu dan anak menunjukkan tren meningkat dari tahun ke tahun.

"Kalau kita lihat sejak 2017, jumlah pengunjung terus bertambah setiap tahun. Nilai transaksinya juga meningkat. Artinya secara umum minat masyarakat terhadap produk ibu dan anak masih cukup tinggi," ujar Corina.

Menurutnya, meski kondisi ekonomi membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran, kebutuhan bayi dan anak tetap menjadi salah satu pos belanja yang diprioritaskan rumah tangga.

"Dalam kondisi ekonomi sekarang memang masyarakat lebih selektif dalam berbelanja. Tetapi kebutuhan bayi, ibu dan anak tetap menjadi kebutuhan pokok keluarga," katanya.

Corina bilang, karakter industri ibu dan anak berbeda dibandingkan sektor konsumsi lainnya. Permintaan tetap terjaga karena sebagian besar produk yang dibeli merupakan kebutuhan dasar yang sulit ditunda.

Baca Juga: Libur Sekolah 2026, Warga RI Memilih Destinasi yang Dekat dan Terjangkau

Optimisme tersebut juga terlihat dari antusiasme pelaku usaha yang memanfaatkan Mommy n Me sebagai kanal pemasaran sekaligus peluncuran produk baru. Selain memperkenalkan inovasi, berbagai perusahaan juga menawarkan promo penjualan untuk menarik minat konsumen selama pameran berlangsung.

Penyelenggara menilai tren family travel diperkirakan masih akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan industri dalam beberapa tahun mendatang. Semakin banyak keluarga muda yang melakukan perjalanan bersama anak membuat kebutuhan terhadap produk yang praktis, ringan, aman, dan mudah dibawa semakin meningkat.

Selain transaksi, pameran juga menghadirkan berbagai sesi edukasi mengenai kesehatan bayi, tumbuh kembang anak, parenting, hingga komunitas orang tua.

Menurut penyelenggara, pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan antara merek dengan konsumen sekaligus meningkatkan literasi masyarakat mengenai pengasuhan anak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News