KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku industri kelapa sawit nasional tengah bersiap menghadapi penerapan European Union Deforestation-Free Regulation (EUDR) yang mulai berlaku di Uni Eropa. Aturan ini berpotensi mempengaruhi kinerja ekspor crude palm oil (CPO) Indonesia ke kawasan tersebut. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono menilai, implementasi regulasi ini tetap akan berjalan, namun dengan masa transisi. Pemerintah Uni Eropa memberikan waktu penyesuaian berbeda antara perusahaan besar dan petani. “Diberikan jangka waktu, artinya tidak langsung diberlakukan secara ketat. Untuk perusahaan diberikan waktu enam bulan, sedangkan bagi petani atau UMKM hingga satu tahun,” ujar Eddy dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (28/10/2025).
Industri Sawit Bersiap Hadapi Aturan EUDR, Gapki: Ada Masa Transisi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku industri kelapa sawit nasional tengah bersiap menghadapi penerapan European Union Deforestation-Free Regulation (EUDR) yang mulai berlaku di Uni Eropa. Aturan ini berpotensi mempengaruhi kinerja ekspor crude palm oil (CPO) Indonesia ke kawasan tersebut. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono menilai, implementasi regulasi ini tetap akan berjalan, namun dengan masa transisi. Pemerintah Uni Eropa memberikan waktu penyesuaian berbeda antara perusahaan besar dan petani. “Diberikan jangka waktu, artinya tidak langsung diberlakukan secara ketat. Untuk perusahaan diberikan waktu enam bulan, sedangkan bagi petani atau UMKM hingga satu tahun,” ujar Eddy dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (28/10/2025).
TAG: