KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri kelapa sawit menilai pentingnya penguatan pemahaman publik mengenai peran strategis komoditas tersebut terhadap perekonomian nasional. Selain menjadi bahan baku berbagai produk konsumsi sehari-hari, sektor hilir sawit juga memiliki kontribusi ekonomi yang signifikan bagi Indonesia. Media Relations Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Mochamad Husni, mengatakan produk turunan sawit digunakan secara luas dalam berbagai industri, mulai dari pangan hingga kebutuhan rumah tangga.
“Tidak hanya untuk minyak goreng, tetapi juga bahan baku sabun, mentega hingga pasta gigi. Sawit menjadi bagian dari banyak produk yang digunakan masyarakat,” ujar Husni dalam siaran pers, Minggu (8/3/2026). Ia menambahkan, aktivitas industri sawit juga memiliki dampak ekonomi yang luas, termasuk terhadap masyarakat di sekitar wilayah perkebunan.
Baca Juga: Tantangan Industri Sawit, Jamin Kesejahteraan Pekerja Hingga Hindari Pekerja Anak Di banyak daerah, terutama di luar Pulau Jawa, perusahaan sawit menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal melalui aktivitas produksi dan rantai pasoknya. Sementara itu, Ketua Umum Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) Beledug Bantolo menilai sawit merupakan komoditas strategis yang telah terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. “Produk sawit digunakan hampir sepanjang hari dalam kehidupan kita. Mulai dari sabun, minyak goreng, cokelat, hingga es krim,” kata Bantolo. Ia juga merujuk data Kementerian Perindustrian yang menyebutkan nilai ekonomi sektor hilir sawit diperkirakan mencapai sekitar Rp750 triliun. Angka tersebut setara dengan sekitar 3,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, termasuk nilai ekspor dan berbagai produk turunannya. Menurut Bantolo, besarnya kontribusi ekonomi tersebut membuat komoditas sawit perlu dikelola secara berkelanjutan sekaligus disertai upaya pelurusan informasi di tengah berbagai isu negatif yang kerap muncul di masyarakat.
Baca Juga: Aset Industri Penjaminan Tumbuh 2,43% YoY pada 2025, Capai Rp 47,51 Triliun “Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin membangun pemahaman bahwa sawit harus dijaga keberadaannya dan manfaatnya bagi perekonomian,” ujarnya. Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, Forum Wartawan Pertanian bersama sejumlah perusahaan sawit juga menggelar program bertajuk “Sawit Berbagi, Ramadan Penuh Makna” di Depok, Rabu (4/3/2026). Kegiatan ini didukung oleh Gapki, PT Astra Agro Lestari Tbk, Apical, dan Wilmar Group. Dalam kegiatan tersebut, peserta memberikan edukasi kepada anak-anak panti asuhan mengenai manfaat sawit sekaligus menyalurkan bantuan sembako. Pengasuh Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Riyadhush Sholihin Kebayunan, Tapos, Depok, KH Bahrudin, menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang digelar.
Baca Juga: Airlangga: Industri Sawit Jadi Salah Satu Pilar Ekonomi RI di Tengah Tantangan Global “Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan bantuan yang diberikan. Mudah-mudahan menjadi keberkahan bagi semuanya,” katanya. Panti Asuhan Riyadhush Sholihin yang berlokasi di Tapos, Depok, menampung sekitar 98 anak yatim, piatu, dan dhuafa yang diasuh secara mandiri oleh pengelola lembaga tersebut. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News