JAKARTA. Permintaan semen yang terus merangkak naik ternyata tidak sejalan dengan pasokan bahan baku semen. Alhasil, beberapa produsen semen harus mendatangkan bahan baku dari luar negeri. Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Urip Timuryono mengatakan produsen semen yang memiliki pabrik di luar Jawa terpaksa mengimpor klinker, salah satu bahan baku semen. Pasalnya, pasokan klinker dari Jawa sudah habis dipesan pabrik semen yang bercokol di Jawa. "Sehingga pabrik semen di luar Jawa kekurangan klinker dari dalam negeri," katanya, kemarin, tanpa merinci pasokan klinker dalam negeri. Urip berkata impor klinker tidak banyak, berkisar 1%-2% dari total produksi semen. Kalau target produksi semen tahun ini sebesar 50 juta ton, Urip memperkirakan impor klinker berkisar antara 500.000 ton- 1 juta ton tahun ini. Tahun lalu, dari total produksi semen yang sebesar 47 juta ton, impor klinker sekitar 800.000 ton.
Industri semen rebutan bahan baku semen
JAKARTA. Permintaan semen yang terus merangkak naik ternyata tidak sejalan dengan pasokan bahan baku semen. Alhasil, beberapa produsen semen harus mendatangkan bahan baku dari luar negeri. Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Urip Timuryono mengatakan produsen semen yang memiliki pabrik di luar Jawa terpaksa mengimpor klinker, salah satu bahan baku semen. Pasalnya, pasokan klinker dari Jawa sudah habis dipesan pabrik semen yang bercokol di Jawa. "Sehingga pabrik semen di luar Jawa kekurangan klinker dari dalam negeri," katanya, kemarin, tanpa merinci pasokan klinker dalam negeri. Urip berkata impor klinker tidak banyak, berkisar 1%-2% dari total produksi semen. Kalau target produksi semen tahun ini sebesar 50 juta ton, Urip memperkirakan impor klinker berkisar antara 500.000 ton- 1 juta ton tahun ini. Tahun lalu, dari total produksi semen yang sebesar 47 juta ton, impor klinker sekitar 800.000 ton.