Industri sepeda motor tak resah soal kenaikan BBM



JAKARTA. Pemerintah Joko Widodo memastikan bakal menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Tentu kebijakan ini bakal berimbas keberbagai sektor, tak terkecuali industri sepeda motor. 

Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI ) Gunadi Sindhuwinata mengatakan, kenaikan harga BBM mungkin saja berdampak langsung terhadap penjualan sepeda motor. Namun dampaknya bersifat sementara.  “Dari harapan kami kenaikan pasar 10%, bisa jadi malah negatif 10 % karena kenaikan harga bbm. Tetapi, mudah-mudahan akan cepat pulih kalau melihat dari pengalaman yang lalu,” terang Gunadi.

Menurutnya, kondisi pasar mungkin akan cepat pulih karena kebutuhan sepeda motor begitu besar dan menjadi prioritas pertama konsumen untuk melakukan kegiatan ekonominya. “ Pertumbuhan pasar sepeda motor akan cenderung cepat pulih,” terang Gunadi.


Lebih Lanjut menurutnya kenaikan harga BBM tidak serta merta menurunkan angka penjualan.“Begitu kenaikan harga BBM diumumkan dampaknya biasanya akan terasa setelah 3 bulan, biasanya penjualan turun 10%, namun setelah sepanjang tahun bisa saja penjualan pulih kembali, itu yang kita harapkan” terang Gunadi.

Menurut Gunadi, untuk mendongkrak kembali penjualan yang lesu pasca tiga bulan pengumuman kenaikan BBM, pihak pelaku industri akan langsung mengambil tindakan untuk mengantisipasinya. Ia pun menambahkan, pemerintah tidak akan tinggal diam menanggapi masalah-masalah akibat kenaikan harga BBM. Ia berharap ada tindakan dan langkah-langkah dari pemerintah yang membuat dampak dari kenaikan harga BBM menjadi kecil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto